HAY GUYS, KALIAN SEHAT KAN?
SEHATLAH, JANGAN SAKIT-SAKIT
SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU GUYS. TERIMA KASIH SUDAH MENYUKAI CERITA INI, SETIA MENANTI SAMPAI AKU UP, SORRY BANGET LAMA BANGET YA UP-NYA. IYA BUAT KARANGAN ITU SYULIT GUYS. APALAGI AKU TUH TIPE ORANG YANG NGGAK MAIN-MAIN SAAT MEMBUAT CERITA JADI KALIAN TOLONG MENGERTI YAAAA HEHEHE
INI BAB TERAKHIR DI TAHUN 2023 GUYS NANTI AKU LANJUT DI TAHUN 2024 KOK, KAN MASIH BELUM TAMAT. MASA DIGANTUNGIN KEK JEMURAN WKWKWK
YA UDAHLAH CUMA MAU INGETIN, HARGAILAH PARA AUTHOR DENGAN CARA SEBELUM/SESUDAH BACA JANGAN LUPAIN VOTING DAN SPAM COMMENT GUYS
ENJOY AND HAPPY READING GUYS....
Langit kelabu sangat berbanding terbalik dengan suasana hati yang cerah ceria. Senyuman terus menggembang di balik helm full face-nya, ketika dilanda kemacetan pun, senyuman itu seakan-akan enggan luntur dari wajah Rasyid. Ia sungguh tak mengirakan akan sedekat ini dengan gadis yang menjadi cinta pertamanya di SMA, yang selalu dikaguminya dari jarak jauh dan membuat hatinya buta akan hati yang lain. Ternyata delapan tahun tidak bersua, hati gadis itu tetap sama terhadapnya—sukar untuk didapatkan, tapi Rasyid kini tak mau mengulangi kebodohannya dengan tidak gigih untuk mendekati Laras Gartiana.
Rasyid menambah kecepatan motornya ketika keberadaan kampus Laras tinggal 100 km di depannya. Sambil mengurangi kecepatan, Rasyid melihat sejumlah orang yang sedang kesal sambil membersihkan pakaian mereka dan ada juga yang meluapkan kemarahan dengan sejumlah makian. Rasyid pun menghentikan motornya lalu segera turun dari motor dan menghampiri Laras yang berada di antara orang-orang yang menunggu itu sedang membersihkan pakaiannya yang terlihat basah dan mengaduk-ngaduk isi tas ranselnya yang basah kuyup pula.
"Kenapa Kak?" Rasyid ikut berjongkok seperti Laras.
"Ini tadi kena guyuran air dari pengendara motor yang melaju nggak lihat-lihat ada genangan air, jadinya langsung byur gitu," ujar Laras sambil memberagakan air muncrat dengan tangannya.
"Kalau begitu sebelum sampai rumah, kita ke kafe dulu ya untuk ngeringin baju Kakak dan buku-buku Kakak. Eh di tas Kakak nggak ada laptop kan?"
"Ada tapi kayaknya aman sih soalnya gue masukkan ke kantong laptop yang ada dipaling belakang."
"Oh syukurlah kalau begitu, iya sudah ayo Kak."
"Kita langsung pulang ajalah."
"Nanti Kakak sakit gimana? Pakaiannya basah gitu kok. Sebentar saja di kafenya ya, soalnya di ruangan tenteku ada hair dryer yang bisa dipakai untuk ngeringin pakaian Kakak dan buku-buku Kakak. Apalagi di tas Kakak ada laptop kan, jadi harus diselamatkan dulu." Rasyid tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Salah Hati [Noe&Laras]
FanficWARNING! JANGAN SALAH LAPAK! Noe Firza Row, gadis tomboy yang memberanikan diri untuk mengubah penampilannya sesuai dengan jati diri dan kenyamanannya. Dengan penampilan manly-nya dan ditambah wajah yang tampan, kerap membuat orang salah pandang k...
![Salah Hati [Noe&Laras]](https://img.wattpad.com/cover/343429578-64-k945311.jpg)