#56

136 11 7
                                        


HELLO GUYS, KALIAN SEHAT KAN?

SEHATLAH JANGAN SAKIT-SAKIT


CERITA INI BELUM TAMAT YA GEES TAPI KENAPA YA YANG BACA MENURUN BANGET HICKHICK T , T  LAMA-LAMA CERITA INI MEMBOSANKAN KAH? PADAHAL AKU SUDAH SEMAKSIMAL MUNGKIN LHO MEMBUATNYAAA


YA SUDAH DEH YANG MAU AJA YANG BACA. DAN TERIMA KASIH SUDAH SETIIIIAAA SAMPAI CERITA INI

JANGAN LUPA VOTE DAN COMMENT NYA GEES AKU TUNGGU







ENJOY AND HAPPY READING GUYS









Dengan balutan kaos putih polos, dirangkapi dengan jaket denim berwarna putih dan celana panjang denim putih, Noe melangkah bersama beberapa tamu menuju ke hall, dimana menjadi tempat sepupunya mengadakan resepsi. Mengisi daftar hadir, memasukkan amplop ke dalam kotak lalu melanjutkan langkah memasuki hall yang ternyata remang-remang, hanya panggung tempat dua pempelai duduk, meja-meja makan dan lantai yang bersinar, begitu pun dengan boughet-boughet bunga mawar putih yang menjadi dekorasi yang dimana para pendekor memercikkan cairan fosfor berbagai warna di kelopaknya sehingga dapat bersinar di kegelapan.

Berdiri di antara para tamu dan beberapa sanak saudara yang hadir dengan senyuman merekah, kedua tangan terus bertepuk kala anak dari adik mamanya melangkah bersama lelaki pilihannya di atas karpet merah. Lima belas menit kemudian, para tamu membuat antrean untuk memberi selamat pada dua pempelai, begitu pun dengan Noe. Kaki hanya dapat maju sebanyak tiga langkah seiring gilirannya mulai mendekat ke singgahsama pengantin dan sambil menunggu gilirannya tiba, Noe menikmati lagu yang digumandangkan oleh team song dengan tatapan mata menikmati langit gelap yang terlihat jelas di jendela besar yang menjadi tembok hall ini.

Genggaman tangan secara tiba-tiba membuat Noe terenyak, spontan menoleh lalu menunduk.

"Anaya?"

Secara spontan, Noe melihat ke punggung orang yang mengantre di depannya, tapi orang itu bukanlah Pak Lifan lalu ia pun menoleh ke belakang, alhasil membuat orang yang mengantre di belakangnya menatapnya sambil mengerutkan kening lalu Noe segera tersenyum, meringis dan mengangguk kikuk ke arah orang tersebut.

"Kamu ke sini sama siapa, sayang?"

"Sama Ayah. Itu Ayah di sana." Anaya menunjuk ke orang yang mengantre di depan Noe dengan berselang tiga orang di antarnya.

Salah Hati [Noe&Laras]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang