#26

895 75 12
                                        


HAY GUYS, KALIAN SEHAT KAN?

SEHATLAH JANGAN SAKIT-SAKIT

THANK YOU SUDAH MENUNGGU CERITA INI. YEEPII AKU SENENG DEH TERNYATA CERITA INI DISAYANGI KALIAN (FANS NOLAS)







JANGAN LUPA VOTE DAN SPAM COMMENT YA GUYS. KALAU KOMENNYA SEDIKIT, NGGAK AKAN LANJUT CHAPTERNYA HEHEHE








WOKE, ENJOY AND HAPPY READING GUYS














Hirup pikuk kampus menghadirkan kerinduan tersendiri di hati dan membawa benak mengingat semua perjuangannya setahun silam untuk mendapatkan gelar sarjana Komunikasi. Daripada mendekam di rumah dan bergalau-galau karena terus memikirkan nasibnya yang belum mendapatkan pekerjaan pengganti itu, Noe pun memutuskan untuk menemani Laras ke kampus.

Lagi-lagi Noe harus membiasakan diri dengan tatapan-tatapan kagum dan penuh rasa ingin tahu yang berasal dari sekaumnya. Maskipun begitu, Noe tetap membebaskan matanya untuk menatap ke arah danau kecil yang terdapat jembatan melengkung di atasnya.

"Iih itu angsa ya, Yas?" Noe menunjuk ke arah titik putih yang bergerak-gerak di tengah danau.

"Iya, itu angsa," jawab Laras.

"Oh iya, No-"

Noe terus menatap ke arah danau yang berjarak dua puluh meter dari tempat ia berada.

"No-"

Noe pun tak dapat menahan keterkejutannya ketika melihat salah satu segerombolan angsa naik ke tepian danau, bulunya sangat putih dan seakan-akan berkilau diterpa sinar matahari.

Salah Hati [Noe&Laras]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang