# 41

402 27 4
                                        


HALO GUYS...KALIAN SEHAT KAN?

SEHATLAH, JANGAN SAKIT-SAKIT

LIBUR TELAH TIBA YA GUYS. SELAMAT LIBURAAAAN PARA READERSKU

BULAN INI SATU BAB YA GUYS. JANGAN CEPET-CEPET NANTI CEPET HABISNYA WKWKWK PELAN-PELAN ENJOY DAN FEELNYA DAPET GITULOH





SEBELUM / SESUDAH BACA APA GUYS? VOTING DAN COMMENT KAN. JANJI KAN

HARGAI KARYA ORANG YA GUYS. NGGAK NGERUGIIN KALIAN JUGA KAN, NGGAK BAYAR KOK UNTUK NGE-VOTE NYA DAN NGEKOMEN-NYA HEHEHE



OKELAH ENJOY AND  HAPPY READING GUYS






Duduk di sofa dengan kaki berbebat disangga oleh kursi tanpa sandaran yang ditumpuk dua bantal di atasnya, Noe memfokuskan matanya ke layar televisi sedangkan kedua ibu jarinya tak berhenti menekan-nekan berbagai tombol yang ada di stick PS milik Om Alle. Ini telah memasuki hari ke-6 ia mendapat cuti dari atasan dan ini adalah hari ke-6 pula ia harus bedrest. Namun, rasa bosan yang teramat sangat membuat Noe mengumpulkan tenaganya untuk sekedar berpindah tempat guna menghibur diri sejenak dan karena adanya keterbatasan, membuat Noe harus menekan rasa tak enak hatinya terhadap Teri yang harus menunda pekerjaannya untuk membantu dirinya.

"Kurang apa kakinya?" Tanya Teri setelah menaikkan kaki kiri Noe ke atas bantal.

"Sudah kok, Ter. Terima kasih." Noe tersenyum.

"Ada lagi yang perlu Teri bantu?"

"Nggak ada. Aman kok." Noe menggelengkan kepala lalu tersenyum lebar. Teri bukan hanya membantunya membawa dua bantal, mengambilkannya kursi tanpa sandaran dan lengan, tapi membantunya untuk menyalakan televisi dan menyiapkan peralatan PS-nya.

"Iya sudah, Teri kembali ke dapur ya. Nanti kalau butuh bantuan, panggil aja." Pesan Teri sebelum meninggalkan ruang santai.

Noe telah banyak mengalami masa-masa sulit di rumah Laras dan otomatis dengan begitu telah banyak sekali merepotkan keluarga Laras yang notabene bukan keluarganya sendiri. Karena rasa serba salah yang sedang mencengkram hati, membuat Noe teringat percakapannya dengan Laras tadi malam.

"Seharusnya gue sakit nggak di sini, tapi pulang."

"Hah? Kenapa begitu?"

"Ngerepotin loe dan keluarga loe, Ras."

"Ngomong apaan sih loe, hah? Kalau loe sakit di tempat lain gue malah semakin nggak tenang, meskipun itu di rumah orang tua loe. Loe mau, gue khawatir terus? Sudahlah jangan merasa bersalah terus."

Salah Hati [Noe&Laras]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang