#51

59 10 5
                                    


HAY GUYS, KALIAN SEHATI KAN?

SEHATLAH, JANGAN SAKIT-SAKIT

HEHE NUNGGU LAMA YA GUYS? MAAF YA. BULAN FEBRUARI 2025 INI ADALAH BULAN YANG MENGURASA TENAGA DAN AIR MATA

JADI AUTHORNYA SANGAT BUTUH REHAT SEJENAK

TAPI SEKARANG AKU KEMBALI KOK UNTUK KALIAN HEHEHE

LOPLOP POKOKNYA UNTUK READERS YANG SETIA MENUNGGU SAMPAI SEKARANG, SELALU JADI NOMOR SATU KALAU CERITA INI UP. MESKIPUN YA AKU SADAR BANYAK JUGA READERS YANG TAMPAKNYA KESULITAN UNTUK MENUNGGU HEHEHE

POKOKNYA THANK YOU SOOOOOO MUCH




TAK LELAH-LELAHNYA KUMENGINGATKAN SEBELUM/SESUDAH BACA JANGAN LUPA UNTUK VOTE DAN COMMENT YAAA





ENJOY AND HAPPY READING GUYS








Dengan meminjam longdress milik Teri, Noe berangkat memenuhi undangan Pak Lifan untuk menghadiri acara ulang tahun putrinya. Ia yang sudah terbiasa dan nyaman dengan bergaya tomboy dengan hanya memakai kemeja, kaos oblong atau jaket dan celana lagi-lagi harus beradaptsi dengan busana rok. Noe tidak salah dengan memutuskan untuk meminjam baju milik ibunda Laras yang walaupun model terlihat kuno, tapi membuat nyaman dengan model kerah tuttle neck, memiliki lengan panjang dan rok yang panjang pula. Bertaburan gambar bunga kecil berwarna putih sangat senada dengan sepatu kets yang Noe kenakan.

Mobil yang ditumpangi Noe berbelok memasuki komplek perumahan dan sekitar empat puluh lima menit perjalanan, driver menghentikan laju mobilnya di depan rumah bercat abu-abu.

"Maaf Mbak saya bisanya berhenti di sini dan di sana itu rumahnya, Mbak."

"Iya Pak nggak apa-apa kok. Berapa Pak?" Dari jendela depan mobil, Noe melihat banyaknya anak-anak keluar dari mobil yang terparkir berjejer di depan rumah yang ia yakini itu adalah rumah Pak Lifan.

"Tiga lima, Mbak." Noe segera memberikan selembar uang dua puluhan, sepuluhan dan lima ribuan kepada bapak driver. Ia pun keluar dari mobil dan mau tidak mau harus berjalan sejauh lima meter untuk sampai pada kediaman Pak Lifan.

Dengan menenteng tas karton yang berisi kado, Noe melangkah bersama beberapa anak-anak bersama pengantar mereka yang baru datang dan masuk ke dalam rumah megah yang sama megahnya seperti rumah ibunda Pak Lifan, tapi yang menjadi pembeda adalah tidak memiliki taman seluas rumah milik ibunda Pak Lifan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 3 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Salah Hati [Noe&Laras]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang