#55

127 10 1
                                        


HAY GUYS, KALIAN SEHAT KAN?

SEHATLAH, JANGAN SAKIT-SAKIT

SIAPA NIH YANG MINTA PART-NYA PANJANG?

INI YA AKU KASIH, AWAS KALAU NGGAK DIKASIH VOTE PLUS COMMENT YANG BANYAK

BANYAKIN SUPPORT GUYS KALAU KALIAN SUKA DAN NUNGGUIN TTERUS CERITA INI YAK







OKELAH ENJOY AND HAPPY READING.....





Bersandar dengan kepala bersanggah pada kepalan tangan sedangkan kedua mata menatap layar ponsel. Meskipun hari ini Lifan tidak masuk kerja demi menjaga buah hatinya di rumah sakit, ia tetap tak bisa lepas dari banyaknya laporan kantor yang masuk ke emailnya.

"Em'em Anaya sudah kenyang Mama Noe."

"Sedikit lagi ya sayang. Tuh tinggal dua suapan lagi, habis. Anaya mau cepet sembuh kan?"

Mendengar percakapan dari dua perempuan yang saling sayang itu mampu mengalihkan atensi Lifan dari layar ponsel. Tanpa sadar, Lifan menarik kedua sudut bibirnya, membentuk senyuman ketika melihat putrinya akhirnya memakan makanannya. Siapa lagi kalau bukan anaknya yang tampak sangat manja kepada karyawati barunya itu. Lagi-lagi anak gadisnya mencari-cari Noe setelah terbangun dari tidurnya dan sekarang anak gadisnya itu meminta Noe menyuapi makannya.

TOK, TOK, TOK.

"Yah kayaknya ada tamu tuh."

"Yah, Ayah."

"Biar kakak yang buka saja."

"E-ehm biar saya saja," cegah Lifan cepat sebelum Noe menghilang di tikungan tembok menuju pintu.

"Baik, Pak." Noe kembali duduk di tepi ranjang Anaya.

"Kenapa Kak Noe lagi sih? Kan sekarang sudah jadi Mama Noe."

"O-oh iya-iya lupa. Maaf ya."

Dalam langkahnya menuju pintu, telinga Lifan mendengar putrinya merajuk.

TOK, TOK, TOK.

Lifan segera membukakan pintu dan ia melihat mamanya yang sedang menteng kantong plastic berukuran sedang di tangannya.

"Gimana cucuku?" Tanya mamanya sambil melangkah masuk.

"Itu baru saja selesai makan," jawab Lifan sambil menutup pintu lalu menyusul mamanya.

Sejujur hatinya sedang dipenuhi oleh kecemasan ketika melihat mama-nya datang untuk menjenguk putrinya, ia tak mau mama-nya menaruh kesalahpahaman lagi setelah melihat Noe di kamar rawat Anaya dan bukan babysister Anaya.

"Hay Omaaa."

"Siang Bu."

Lifan melihat Noe beranjak berdiri lalu menyalami mamanya sambil tersenyum ramah dan ia melihat pula mamanya menyambut tangan Noe sambil tersenyum tipis lalu perempuan yang telah melahirkannya itu buru-buru menjatuhkan pandangannya kepada cucunya.

Salah Hati [Noe&Laras]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang