#48

271 15 6
                                        


HAY GUYS...KALIAN SEHAT KAN?

SEHATLAH, JANGAN SAKIT-SAKIT


SEPERTI YANG SUDAH KUKATAKAN DI BAB KEMARIN, DI BULAN DECEMBER INI AKU AKAN UPDATE CERITA 2 BAB

JADI INI BAB TERAKHIR DI BULAN PENGUJUNG TAHUN 2024 YA GUYS. SELAMAT MENUNGGU DI BAB-BAB SELANJUTNYA DI TAHUN 2025




SEBELUM BACA/SESUDAH BACA APA GUYS?

VOTE

COMMENT

OKE

ENJOY  AND HAPPY READING GUYS







Menatap keluar jendela dengan benak sibuk menelaah keanehan terhadap Laras yang selama seminggu ini Noe lihat, bukan hanya tingkah sahabatnya yang setiap malam tiba, sahabatnya itu selalu pergi dari rumah begitu pula dengan tadi pagi, ia melihat keanehan yang lain dari sahabatnya yang dimana Rasyid datang ke rumah untuk menjemput Laras dan tampak sekali Rasyid ingin berbicara dengan Teri, tapi dengan cepat Laras mencegahnya.

"Permisi, ini sudah sampai."

Sontak saja Noe tersadarkan oleh lamunannya dan ia segera menoleh ke jendela sebelahnya, nampak jelas rumah besar dan megah—rumah yang menjadi saksi bisu tentang kejadian di malam pesta itu.

"Oh ini Pak uangnya. Terima kasih, Pak." Noe memberikan dua lembar uang kepada driver ojek lalu ia pun turun dari motor ojek.

Menatap sejenak rumah itu lalu secara tak sadar Noe menggedik ngeri. Bayangan satu persatu perilaku biadab Bu Hanasa kepadanya muncul di benak.

DREEET, DREEEET.

Getaran di saku celana membuat Noe sedikit tersentak. Ia pun segera mengambil ponsel itu, melihat siapa yang menelponnya lalu segera menggeser gambar telpon warna hijau.

"Halo Pak saya sudah sampai di rumah Bapak."

"Langsung masuk saja. Saya tunggu di dalam."

"Baik Pak."

Ketika Noe memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku, ia pun melihat pak satpam melangkah keluar dari pos satpam yang berada tak jauh dari gerbang.

"Dengan Ibu Noe?"

"Oh iya, Pak." Noe mengangguk dan tersenyum lebar.

"Ih kok tumben ada yang bener manggilnya? Biasanya mah pak atau mas," batin Noe.

"Mari silakan masuk."

"Terima kasih, Pak." Noe mengangguk sembari melangkah masuk ke halaman rumah ibunda Pak Lifan.

Salah Hati [Noe&Laras]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang