Ikbal menggendong Ziva dari belakang. "Badan loe kurus tapi berat banget," celetuk Ikbal. Sesampainya di salah satu rumah warga, Zayn yang melihat Ikbal sedang menggendong Ziva langsung menghampirinya. "Sini gue bantu gotong dia," pinta Zayn. Zayn membantu Ikbal membawa Ziva, kemudian Ziva di bantu oleh warga dan di tempatkan di teras depan rumah warga.
Ziva di baringkan oleh para warga di sana dan langsung di sadarkan kembali oleh mereka, Zayn terlihat sedih ketika menatap salah satu temannya terbujur pingsan. "Sebenarnya apa yang terjadi dengan, Ziva? Kenapa dia sampai pingsan lagi?" tanya Zayn kepada Ikbal. Ikbal menarik nafas kemudian menjawab, "Gue juga nggak tahu, Bro. Pas gue kejar tiba-tiba dia udah tergeletak di pinggir jalan." Zayn langsung menghampiri Ziva yang sedang terbaring pingsan di lantai teras rumah warga.
"Ziva, loe sadar dong. Jangan bikin gue khawatir," ucapan Zayn sekaligus menggerakkan tangan Ziva. Ziva tidak memberikan respon apapun, bahkan ia belum tersadarkan dari pingsannya. Zayn sangat pasrah dengan segala ujian pertemanan yang ia hadapi, Ikbal dan temannya yang lain ikut sedih ketika menatap Zayn yang sudah bengkak ke dua matanya karena kesedihan yang sangat luar biasa ia alami. "Mata loe pada bengkak gitu. Udah dong, Bro. Jangan nangis lagi dan ikhlaskan saja empat teman kita itu," saran Samsul sekaligus menenangkan pikiran Zayn yang sedang sedih.
Zayn tersenyum dan mengusap air matanya lalu berkata, "Santai, Bro. Gue nggak bakalan sedih lagi." Tiba-tiba saja, mereka semua di kejutkan dengan sadarnya Ziva dari pingsan. "Bro, Ziva udah sadar kembali," ujar Samsul. Zayn langsing menatap Ziva dengan senang hati. Ziva kebingungan dengan keadaan ia sekarang. "Gue ada di mana? Kok bisa sampai di sini?" tanya Ziva. Ikbal menjelaskan, "Tadi loe pingsan tapi pas gue kejar loe udah tergeletak begitu aja di pinggir jalan. Langsung gue gendong loe ke sini dan untungnya Zayn langsung sigap bantu gue buat gotong loe." Ziva di berikan segelas air putih oleh para warga.
"Gimana, Mas? Udah enakan belum badannya? Istirahat saja di sini sampai benar-benar pulih keadaan kamu," saran salah satu warga. Ziva hanya memberikan respon dengan menganggukan kepalanya tanpa memberikan jawaban. Kemudian Ziva menengguk segelas air putih. Zayn bertanya, "Masih ada yang di rasa nggak?" Ziva menghela nafas kemudian menjawab, "Sedikit pusing kepala gue." Zayn menyarankan Ziva agar tidak terlalu banyak pikiran yang ia pikirkan. "Sudahlah, Bro. Loe nggak usah mikirin apa-apa dulu," saran Zayn.
Ziva langsung terdiam dan merenungi kembali dengan kejadian empat temannya yang tewas di tangan dirinya sendiri. Ziva meneteskan air mata tanpa berkata apa-apa, Ikbal yang menatap Ziva bersedih dengan sigapnya ia memegang pundak Ziva dan duduk di sampingnya. "Loe kenapa sedih? Coba cerita aja ke kita semua," tanya Ikbal memastikan. Ziva menggelengkan kepalanya dan tidak menjawab apapun.
Kemudian Zayn yang bertanya, "Loe kenapa, Ziva? Coba ceritakan aja sekarang jangan di pendam sendirian." Ziva menjawab dengan lirih, "Gue masih kepikiran empat teman kita yang wafatnya bersamaan dalam satu waktu." Sontak saja Zayn dan yang lainnya turut berduka dan bersedih ketika mendengarkan jawaban Ziva. "Loe jangan sedih gitu, Ziv. Doakan aja agar mereka tenang di alam sana," saran Samsul. Ziva menyahut, "Sudah pasti gue doakan mereka."
Di saat itu, Zayn memberikan usulan kepada teman-temannya yang lain agar menyusuli Ipul ke rumah sakit. "Ayo kita susul Ipul ke rumah sakit," ajakan Zayn kepada teman-temannya. Ikbal bertanya, "Tetapi rumah sakit di area mana?" Samsul memberikan saran, "Lebih baik kita tanya aja ke polisi yang masih ada di sana." Samsul menunjukkan arah tempat kejadian yang masih ada polisi di tempat tersebut.
Zayn dan temannya yang lain setuju dengan saran Samsul, mereka semua bergegas menghampiri polisi yang berada di tempat kejadian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suci Dalam Debu (TAMAT)
Ficción GeneralBerawal dari kehidupan seorang pria yang hidupnya di penuhi oleh pergaulan bebas dan kejahatan yang dia lakukan kepada temannya sendiri, bahkan terjadinya pembunuhan yang dilakukan oleh pria tersebut. Di sebabkan karena rasa dendam kepada salah satu...
