Bertaubat

45 45 3
                                        

Ziva berwudu seorang diri. Selesai wudu, ia kembali ke tahanan sel penjara di dampingi oleh petugas tahanan. Kemudian Ziva memakai pakaian muslim, sarung, peci lalu menggelarkan sajadah. Sebelum melaksanakan solat, Ziva bertanya kepada petugas tahanan. "Pak, sudah waktu isya belum? Apakah sudah azan?" tanya Ziva. Petugas tahanan menjawab, "Sudah dari tadi. Azan pun sudah dari tadi." Ziva langsung melaksanakan solat seorang diri. Sedangkan Arif duduk bersandar sekaligus memerhatikan Ziva yang sedang solat.

Selesai solat, Ziva berdoa kepada Tuhan. "Ya Allah, maafkanlah dosa dan kesalahan hamba yang telah hamba perbuat selama ini. Hamba sudah jauh dari-Mu dan kini hamba kembali kepada-Mu. Ya Allah, jika Engkau berkenan maka maafkanlah dosa dan kesalahan hamba. Sungguh, hamba sangat malu kepada-Mu karena kesalahan yang telah hamba lakukan. Sebelum menjelang kematian, hamba memohon ridho kepada-Mu dan jagalah seluruh keluarga besar hamba dalam penjagaan-Mu. Jika seorang pendosa seperti hamba tidak pantas berdoa kepada-Mu namun kepada siapa lagi hamba meminta? Hanya kepada-Mu saja Ya Allah," pinta Ziva dalam doanya.

Ziva benar-benar bertaubat dan memperbaiki diri selama di dalam sel tahanan. Ketika sudah waktunya makan malam, petugas tahanan memberikan piring yang berisi nasi dan tempe kepada masing-masing narapidana. Ziva membaca doa terlebih dahulu, kemudian menyantap makanan yang telah di berikan kepadanya oleh petugas tahanan. Setelah selesai makan malam, Ziva memanggil petugas tahanan dan memberikan piring kepadanya.

"Pak, saya mau cuci tangan. Toilet ada di mana?" tanya Ziva. Petugas tahanan merespon, "Mari, akan saya antarkan saja." Ziva di antarkan ke toilet yang berada di dalam penjara. Selesai cuci tangan, Ziva kembali ke dalam sel penjara. Ia tertidur di bawah lantai yang sudah di terapkan oleh tikar. Ziva berbaring sekaligus melamun memikirkan kesalahannya. Arif menghampiri Ziva kemudian bertanya, "Lo lagi mikirin apa? Kelihatan banget dari muka lo," celetuk Arif.

Ziva dengan santai memberikan jawaban, "Gue hanya merasa berdosa dan bersalah banget sudah membunuh orang." Arif berkata, "Sudahlah. Lo enjoy saja, lagi pula lo sudah berani tanggungjawab sampai masuk ke dalam penjara bareng gue di sini." Sesekali Ziva menghela nafas cukup dalam. Dadanya mulai terasa sesak, Ziva menahan tangis dalam hatinya. Ziva tidak berkata apa-apa, ia hanya diam saja tanpa berbicara.

Ziva sudah mulai kantuk, ia tertidur dengan sendirinya. Ketika tidur, Ziva bertemu dengan Ipul dan tiga teman lainnya. Mereka menatap Ziva di dalam mimpi, Ipul memberikan senyuman kepada Ziva. Tak hanya Ipul, tiga temannya yang pernah ia racun sampai tewas menatap Ziva dengan wajah yang riang bahagia. Mereka melambaikan tangannya, lalu menghilang dalam sekejap.

Di dalam mimpi, Ziva melihat istana yang bagus nan megah. Ia berjalan ke sebuah taman yang berada di dekat istana, Ziva sangat bahagia. Banyak anak-anak kecil yang sangat sempurna fisiknya, melayani orang-orang tampan dan cantik yang menginginkan buah. Ziva melihat orang-orang yang berada di sana sangat sempurna, dan memakai pakaian warna hijau muda serta di hiasi dengan warna putih, tanah yang ia pijaki berbentuk mutiara putih dan emas.

Ziva bergumam, "Sepertinya ini bukan di dunia. Melainkan di tempat yang sangat rahasia." Tiba-tiba saja terdengar suara yang mengucapkan, "Sebentar lagi kamu akan tinggal di sini." Sontak saja Ziva terkejut sehingga terbangun dari tidurnya. Ziva mengelus dada seraya berkata, "Astagfirullahalazim." Nafas Ziva sampai terengah-engah.

Suci Dalam Debu (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang