Kerasukan

63 64 4
                                        

Sekitar hampir setengah jam perjalanan, mereka sampai di halaman depan kontrakan. Ziva bersama temannya yang lain memarkirkan sepeda motor, kemudian mereka bergegas masuk ke dalam kontrakan. Ziva langsung terduduk lemas dan terdiam. "Loe kenapa murung begitu? Nggak biasanya loe begini?" tanya Ikbal memastikan. Ziva hanya menjawab, "Nggak. Gue cuma capek aja." Zayn menatap ke arah Ziva, lalu Zayn berjalan ke dapur mengambil gelas yang berisi air putih

Zayn memberikan satu gelas masing-masing kepada temannya. Setelah itu, Zayn duduk di samping sebelah Ziva. Tiba-tiba saja Ziva merasakan ada yang datang menghampirinya, ia melihat sosok Ipul yang sedang merangkak di depan pintu dengan wajah yang sangat mengerikan. Hanya dalam hitungan detik saja, sosok Ipul bergerak dengan merangkak menghampiri Ziva.

Tubuh Ziva langsung di rasuki oleh sosok qorin Ipul. Ke dua matanya Ziva berubah menjadi putih dan terdiam seperti patung, Zayn telah menyadari jika ada yang tidak beres dengan Ziva. Ia segera menyadarkan Ziva yang sedang terdiam dalam keadaan mata memutih. Zayn menggerakan tubuh Ziva, tetapi tidak ada respon apapun darinya.

Ziva masih terdiam tanpa sepatah kata, pandangannya fokus ke depan tanpa menoleh sedikitpun. "Ziva, loe kenapa?!" tegur Zayn. Berkali-kali Zayn menggerakan tubuh Ziva, akan tetapi tidak ada respon sama sekali. Samsul menghampiri Zayn yang sedang bersama Ziva. "Ada apa nih?" tanya Samsul memastikan. Zayn menjawab, "Dari tadi Ziva diam saja." Samsul menatap Ziva.

"Loe sadar nggak? Ke dua mata Ziva putih semua," ungkap Samsul. Zayn menatap ke arah Ziva lalu berkata, "Lho, baru sadar gue. Kalau mata Ziva begitu." Sedangkan Ziva sedang berada di bawah alam sadar. Ziva melihat sosok Putra, Agung, dan Rafi.

"Loe?" ucap Ziva gugup. Tiga sosok temannya berwajah pucat dan hanya diam saja menatap Ziva datar. Ziva melihat jika dirinya sedang di kuasai oleh sosok Ipul yang merasuki badannya. Ziva hanya menangis melihat dirinya di rasuki oleh makhluk tak kasat mata.

Ziva yang sedang kerasukan ia langsung berkata, "Pengkhianat! Dia sudah menuduh gue dan mencelakai tiga temannya sendiri." Zayn dan temannya yang lain terkejut ketika Ziva berkata demikian di hadapan mereka. Zayn bertanya, "Maksud loe apa? Siapa pengkhianat?" Ziva menoleh ke arah Zayn seketika tangan Ziva memberikan isyarat dengan menunjukkan ke dirinya sendiri.

Tetap saja mereka tak paham dengan yang di ungkapkan oleh Ziva. "Siapa loe yang merasuki tubuh teman gue? Keluar loe dari tubuhnya!" tegas Samsul. Ziva menoleh ke arah Samsul seraya berkata, "Loe nggak usah ikut campur tentang hal ini. Suatu saat kalian akan mengetahui sendiri siapa pelaku pembunuhan yang sebenarnya." Tiba-tiba saja tubuh Ziva bergerak seperti gerakan kejang-kejang. Dalam hitungan detik, Ziva tersadarkan kembali.

Ziva terbangun dengan memegang kepalanya. "Duh, pusing banget," lirih Ziva. Zayn bertanya memastikan. "Loe benar Ziva, kan?" tanyanya. Ziva perlahan menjawab, "Gue Ziva, teman loe semua." Samsul menyahut, "Syukurlah kalau loe benaran Ziva." Ziva merasa tak tahu apa-apa bahkan kepalanya terasa pusing. Zayn menyarankan agar Ziva beristirahat terlebih dahulu.

Ziva pelan-pelan menolak saran dari Zayn. "Sumpah, gue benaran capek banget," keluh kesah Ziva. Zayn bertanya, "Kenapa loe? Cerita aja sama kita semua." Ziva menghela nafas perlahan. Ia ragu untuk mengakui semua kesalahannya yang telah terjadi.

Akan tetapi Zayn selalu memaksa Ziva untuk bercerita. "Udahlah cerita sini ... Gue nggak mau loe halusinasi lagi," ujar Zayn. Ziva menjawab, "Nanti saja sekarang belum waktunya untuk gue ceritakan semuanya." Zayn semakin di buat penasaran oleh Ziva.

Suci Dalam Debu (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang