Chapter 1

934 55 4
                                        

"Morning."

Pagi itu, Ody menyapa para stafnya yang sedang berkumpul di kubikel Ardit. Entah apa yang sedang mereka bicarakan-mungkin gosip selebritas terhangat, pikir Ody sambil tersenyum tipis. Ia tidak pernah marah melihat pemandangan seperti itu; kebiasaan kecil semacam ini sudah menjadi rutinitas setiap pagi.

Cloudyra Khalisa, biasa dipanggil Ody- sudah 6 tahun menjabat sebagai Senior Manager Public Relation di Victory Group. Di balik sikapnya yang ramah dan lembut, Ody dikenal sebagai atasan yang tegas dan berwibawa-seseorang yang mampu menjaga keseimbangan antara empati dan ketegasan dalam memimpin timnya.

Seketika mereka menegakkan tubuhnya menghadap Ody yang semula membungkuk di hadapan laptop Ardit.

"Morning, Bu Ody." Ardit langsung beranjak dari kursinya lalu memberikan senyuman terbaik pada Ody, meski Ody hanya membalasnya dengan senyum kecil.

"Morning, Bu Ody." Staff Ody lainnya langsung sigap menyapa Ody dengan serempak, bak paduan suara. Ody hanya menganggukkan kepala lalu mendorong pintu kaca ruangannya. Jany, sekertaris Ody menyusulnya masuk.

"Apa Ibu sudah sarapan?"

"Sudah."

"Ini berkas yang kemarin Ibu minta."

"Okay thanks. By the way, apa yang membuat mereka berkumpul di kubikel Ardit sepagi ini?"

"Oh...itu...dari yang saya dengar, akan ada board of commissioner yang baru."

"Oh ya? Siapa?"

"Saya belum tahu persis bu. Tetapi yang jelas, sudah menjadi headline news pagi ini bahwa Pak Rusdi resmi dijadikan tersangka kasus suap."

"Hmmmmm...okay. Terimakasih informasinya Jany."

"Cloudyra Khalisa !!" Ody dan Jany dikejutkan oleh suara Thalita dari pintu seraya Jany meminta izin untuk meninggalkan ruangan Ody. Ody memutar bola matanya, melihat Thalita yang begitu tergesa duduk dihadapannya.

"What's wrong with you? Terlalu pagi untuk bicara dengan nada setinggi itu."

"Pak Rusdi sudah resmi menjadi tersangka dan akan ada board of commissioner baru. He's so so so charming !!!"

"Oh ya? Good..."

"Sedatar itu ekspresi kamu?"

"Aku harus seperti apa?"

"Seharusnya kamu lebih excited, Ody. Perusahaan ini butuh pria muda dan charming."

"Percuma jika gak cerdas !"

"Oh bahkan sebelumnya pria itu mantan board of commissioner Victory Bank."

"Wow...Itu sangat epic ! Siapa dia?"

"Nanti kamu juga akan tahu sendiri, bye !" Thalita melengos meninggalkan Ody tanpa menjawab pertanyaannya. Ody mengernyitkan dahi lalu menggelengkan kepalanya heran. Kenapa reaksi Thalita begitu berlebihan?? Apa memang board of commissioner barunya se charming itu???

Ody menarik diri dari lamunannya saat mendengar suara intercomnya berbunyi, Ody berdeham dan segera menjawabnya.

"Cloudyra Khalisa, selamat pagi?"

"Cloudyra, bisa keruangan saya sekarang?"

"Baik Pak."

***

"Kamu harus mempersiapkan presscon untuk perkenalan board of commissioner baru pada hari Rabu, 22 Januari jam 9 pagi. Tolong undang media untuk menghadiri acara ini. Masih ada waktu sekitar 5 hari lagi, kan?"

Peluh Untuk PulihTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang