Pagi itu Ody berjalan terburu di lobby dengan shoulder bag di bahu kanan dan paper bag berisi sarapan di tangan kirinya. Ody menekan tombol lift dengan tak sabar karena dirinya sudah hampir terlambat. Hari ini adalah hari penting karena akan ada acara launching produk terbaru dari VG.
Sesungguhnya, Ody tidak begitu bersemangat karena harus menggantikan Pak Fariz untuk speech. Pagi ini Pak Fariz berhalangan hadir karena ada keperluan mendesak yang entah apa. Ody sangat kesal, bisa-bisanya Pak Fariz absen di hari sepenting ini dan meminta Ody untuk menggantikannya !!
"Bu Ody...."
"Ya...."
"Mungkin Ibu mau menambahkan materi speech yang akan Ibu sampaikan hari ini." Jany dengan sigap menyerahkan sebuah map berisi speech yang akan disampaikan Ody sesuai dengan instruksi Pak Fariz tentunya. Ody membacanya sebentar lalu tersenyum sambil menatap Jany.
"Ehm...no. Ini sudah cukup, thanks Jan !"
Jany tersenyum dan berlalu dari hadapan Ody. Ody duduk tenang mengunyah egg muffin nya, sambil sesekali menarik nafas panjang untuk mereduksi ketegangan.
Selesai sarapan, Ody berjalan menuju ballroom di lantai 10. Ody melihat Pak Bayu, Pak Michael, Bu Arda, dan Thalita tengah duduk di kursi yang sudah di sediakan. Ody mendudukkan diri disamping Thalita yang sedang asyik dengan ponselnya.
"Apa aku terlambat?"
Ody berbisik pada Thalita, Thalita hanya mendelikkan matanya melihat kebiasaan Ody yang sering datang terlalu tepat waktu. Ody tersenyum malu pada Thalita yang tampak begitu kesal.
"Apa kamu bisa datang 5 menit sebelum acara di mulai? At least 3 menit?"
"But I never late, right?"
"Ya tapi kamu gak pernah punya waktu untuk bernafas, Cloudyra !! Kamu itu datang 2 detik sebelum MC membuka acara !!" Thalita berkata dengan volume rendah namun penuh penekanan, Ody hanya tersenyum pada Thalita memperlihatkan deretan giginya.
Tak lama Pak Satya Danendra sebagai CEO dan Mr. Smith, salah satu investor terbesar Victory Group melintas di hadapan jajaran managerial. Mr. Smith terlihat begitu tampan, jelas saja dia orang Australia dan memiliki darah keturunan Spanyol. Meskipun usianya sudah menginjak 45 tahun, tapi penampilannya terlihat 10 tahun lebih muda dari usianya. Tampak juga para investor, Board Of commissioners dan Board Of Chiefs duduk bersama dengan mereka.
"Wah wah Pak Noah menyaingi Mr. Smith ! Epic !"
"Ya...."
"Tapi, aku lebih suka Mr. Smith. Dia lebih mature. He's my type, oh my Gosh !!" Thalita berbisik namun nada suaranya terdengar begitu excited. Thalita begitu terhipnotis dengan pesona pria matang seperti Mr. Smith.
"Bagaimana Pak Noah?"
"Bagaimana?" Ody melirik Thalita penuh antisipasi. Jangan katakan jika Thalita sudah tahu tentang kejadian malam itu tanpa Ody menceritakannya.
"Ya...bagaimana menurut kamu? Apa dia tipe kamu?" Thalita berkata tak peduli sambil terus memandangi Mr. Smith. Ody bernafas lega karena Thalita ternyata belum mengetahui tentang dirinya dan Noah.
"I don't know."
"Dy...kamu tinggal mengatakan iya atau nggak."
"I don't know. Secara objektif dia memang super charming dan super cerdas. Di usianya yang masih muda dia sudah menjadi board of commissioners di perusahaan sebesar VG."
"Terlalu diplomatis...basi...jangan melupakan fakta bahwa VG itu perusahaan Papanya." Thalita mendelikkan mata mendengar jawaban Ody memang terlalu membosankan di telinganya. Ody terlalu diplomatis menilai seorang pria dan itu membuat Thalita kesal mendengarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Peluh Untuk Pulih
RomanceOdy tak pernah menyangka bisa sedekat ini dengan Noah, senior yang diam-diam dikaguminya sejak SMA. Ody merasa bahagia, seolah mimpinya saat remaja menjadi nyata. Namun, kebahagiaan itu ternyata semu-Noah masih menunggu Nalla, mantan tunangannya yan...
