AR 33

1.3K 97 13
                                        

•Happy Reading love•

°°°°°°

Hari ini adalah hari Minggu hari yang selalu dinantikan oleh orang-orang yang bekerja, ataupun sekolah karena dihari libur ini orang-orang bisa menikmati waktunya dengan liburan atau bersantai di rumah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari ini adalah hari Minggu hari yang selalu dinantikan oleh orang-orang yang bekerja, ataupun sekolah karena dihari libur ini orang-orang bisa menikmati waktunya dengan liburan atau bersantai di rumah. Seperti yang dilakukan seorang kakak beradik ini mereka berdua sedang berjalan santai di kawasan komplek rumahnya.

"Abang!"

Arson menunduk menatap adiknya yang berada di bawah gandengannya.
"Kenapa?"

"Kak Lava mau ikutan jogging bareng."

Arson mendengus pelan, kalau adiknya yang sudah bertindak duluan ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti apa yang dia mau.

"Pagi kak Ar, pagi Arsya."

"Kak Lava!" teriak Arsya langsung berlari kearah Shila dan memeluknya.

Kini Arsya berada digendongan Shila, gadis itu agak kesulitan mengendong Arsya karena usia Arsya yang sebentar lagi menginjak 6 tahun ia sudah lumayan besar.

"Arsya turun." perintah Arson.

"Enggak mau, mau digendong aja. Capek tau dari tadi jalan terus," bantah Arsya

"Sini Abang yang gendong." Arson berusaha mengambil alih Arsya yang berada digendongan Shila.

Tapi justru Arsya makin mempererat pelukannya dan membuat Arson sedikit kesulitan mengambilnya.

"Gak apa-apa kak, Arsya sama aku aja," ucap Shila.

"Dia berat," ujar Arson.

"Enak aja aku enteng kok!" sahut Arsya sambil memanyunkan bibirnya kesal.

"Udah kak, gak apa-apa kok. Yaudah ayuk kita jalan-jalan," ajak Shila.

Arson hanya pasrah adiknya memang keras kepala, ia hanya membuntuti mereka berdua dari belakang. Tanpa berniat mengganggu interaksi mereka.

"Kak Lava, cantik banget sih," puji Arsya sambil menoel-noel pipi Shila.

Shila hanya tersenyum kecil melihat tingkah anak kecil yang berada digendongannya ini. "Masa? Emang iya kakak cantik? Orang cupu begini."

Arsya mengangguk semangat. "Cantik, Abang Rajen pasti suka," jawabnya polos.

Shila senyam-senyum sendiri mendengar penuturan Arsya, ia mulai merasa percaya diri sekarang.

"Coba kamu tanya Abang kamu kakak cantik atau enggak?" bisik Shila.

Arsya menengok kebelakang melihat Abangnya itu. "Abang!"

Arson menaikan sebelah alisnya sebagai tanda merespon.

"Kak Lava cantik gak?"

Pertanyaan tiba-tiba yang terlontar dari mulut adiknya langsung membuat ia diam seribu bahasa, apa maksud dari pertanyaan itu? "Maksudnya?"

ARSON RAZENDRA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang