AR 36

1.1K 89 4
                                        

Happy Reading love•

°°°°°°

Dua sejoli yang sedang dimabuk asmara saat ini sedang menaiki wahana bianglala, sambil sesekali bercengkrama serta mengeluarkan berbagai candaan yang membuat satu gerbong bianglala dipenuhi suara tertawa mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dua sejoli yang sedang dimabuk asmara saat ini sedang menaiki wahana bianglala, sambil sesekali bercengkrama serta mengeluarkan berbagai candaan yang membuat satu gerbong bianglala dipenuhi suara tertawa mereka.

"Gimana ya kalo tiba-tiba kita punya pikiran lompat dari sini," celetuk Killa asal.

"Gak usah aneh-aneh," sahut Arson.

"Gak apa-apa dong, nanti kita berasa Romeo and Juliet yang sehidup semati."

Arson terkekeh mendengar pembicaraan Killa yang sangat jauh diluar nalar. "Jadi mau mati bareng gitu?"

"Ya... Gak sekarang juga, masih muda soalnya. Nikah juga belum, masih mau punya baby yang lucu-lucu kayak aku."

"Baby dari siapa?" tanya Arson.

"Dari kamulah, kan kamu ganteng seenggaknya nanti bisa memperbaiki keturunan," balas Killa.

"Kalo gak jodoh gimana?" pertanyaan Arson berhasil membuat Killa diam, bagaimana kalau seandainya itu terjadi. Arson bukanlah jodohnya, apa ia bisa menerima?

"Gak mau! Harus jodoh, aku maksa sama Tuhan," tutur Killa.

"Kita gak ada yang tau kedepannya sayang, kita bukan sutradara yang bisa atur alur ceritanya kayak gimana." tapi ada author Ar.

Mata Killa sudah berkaca-kaca kenapa ia jadi ingin menangis. "Kalo gitu nikah sekarang aja!"

Arson mengusap-usap pipi Killa lembut. "Gak usah aneh-aneh, emang enak nikah muda. Masih banyak cita-cita yang harus dicapai dulu. Paham!"

°°°°°°

Setelah menyelesaikan permainan bianglala, sekarang mereka berdua masih berjalan mengelilingi area permainan yang lain. Tapi setelah pembicaraan tadi Killa jadi sedikit lebih murung, Pikirannya berkela kemana-mana.

"Mau main apa lagi?" Arson melirik Killa yang sedang menunduk lesu.

"Hei, kenapa?" tanya Arson ia menangkup wajah gadisnya agar menatap dirinya.

Killa menggeleng pelan, entah kenapa tiba-tiba nafasnya susah diatur sepertinya asmanya sedang kumat sekarang.

"Killa, are you okey?" Arson panik melihat Killa tiba-tiba pucat serta keringat dingin keluar dari pelipisnya.

"S--sesak." Killa berucap terbata-bata sambil mencengkram dadanya yang sesak.

"Kita duduk dulu ya," ucap Arson sambil memapah Killa menuju kursi yang berada didekat mereka.

"Kamu ada inhaler?" tanya Arson.

Killa mengangguk sambil menyuruh Arson untuk membuka tas miliknya, setelah mendapatkan inhaler yang ia cari. Dirinya langsung memberikan pada Killa.

ARSON RAZENDRA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang