🚫BACA DI JAMIN PENASARAN YANG BERKELANJUTAN...
•Pintar.
•Dingin, cuek.
•Ketua osis.
•Di gemari banyak wanita.
Dia Arson Putra Razendra
Gimana jadinya nanti, ketika dia mempunyai seorang kekasih yang ribet! Di mana dan kapan pun selalu berurusan de...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dua sejoli yang sedang dimabuk asmara saat ini sedang menaiki wahana bianglala, sambil sesekali bercengkrama serta mengeluarkan berbagai candaan yang membuat satu gerbong bianglala dipenuhi suara tertawa mereka.
"Gimana ya kalo tiba-tiba kita punya pikiran lompat dari sini," celetuk Killa asal.
"Gak usah aneh-aneh," sahut Arson.
"Gak apa-apa dong, nanti kita berasa Romeo and Juliet yang sehidup semati."
Arson terkekeh mendengar pembicaraan Killa yang sangat jauh diluar nalar. "Jadi mau mati bareng gitu?"
"Ya... Gak sekarang juga, masih muda soalnya. Nikah juga belum, masih mau punya baby yang lucu-lucu kayak aku."
"Baby dari siapa?" tanya Arson.
"Dari kamulah, kan kamu ganteng seenggaknya nanti bisa memperbaiki keturunan," balas Killa.
"Kalo gak jodoh gimana?" pertanyaan Arson berhasil membuat Killa diam, bagaimana kalau seandainya itu terjadi. Arson bukanlah jodohnya, apa ia bisa menerima?
"Gak mau! Harus jodoh, aku maksa sama Tuhan," tutur Killa.
"Kita gak ada yang tau kedepannya sayang, kita bukan sutradara yang bisa atur alur ceritanya kayak gimana." tapi ada author Ar.
Mata Killa sudah berkaca-kaca kenapa ia jadi ingin menangis. "Kalo gitu nikah sekarang aja!"
Arson mengusap-usap pipi Killa lembut. "Gak usah aneh-aneh, emang enak nikah muda. Masih banyak cita-cita yang harus dicapai dulu. Paham!"
°°°°°°
Setelah menyelesaikan permainan bianglala, sekarang mereka berdua masih berjalan mengelilingi area permainan yang lain. Tapi setelah pembicaraan tadi Killa jadi sedikit lebih murung, Pikirannya berkela kemana-mana.
"Mau main apa lagi?" Arson melirik Killa yang sedang menunduk lesu.
"Hei, kenapa?" tanya Arson ia menangkup wajah gadisnya agar menatap dirinya.