🚫BACA DI JAMIN PENASARAN YANG BERKELANJUTAN...
•Pintar.
•Dingin, cuek.
•Ketua osis.
•Di gemari banyak wanita.
Dia Arson Putra Razendra
Gimana jadinya nanti, ketika dia mempunyai seorang kekasih yang ribet! Di mana dan kapan pun selalu berurusan de...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yah sial, kita gak sekelas!" gerutu Nara sambil melihat deretan namanya di kertas yang terpasang di depan kelas X IPA 1.
Killa yang melihat itu mendengus kesal, kenapa namanya tidak ada di situ? Padahal ia ingin sekali sekelas dengan Nara!! Meninggalkan Nara yang sudah memasuki kelas, Killa langsung berjalan ke arah kelas yang berada di sebelahnya. Dan membaca deretan nama-nama di situ.
Dan ya! Nama Killa berada di urutan 20, ia memasuki kelas X IPA 2. Yang kelasnya bersebelahan dengan Nara.
Tanpa berlama-lama lagi, Killa langsung memasuki kelas yang akan menjadi kelas ia selama 3 tahun di sini.
Melihat suasana kelas yang masih asing, ia bingung harus duduk di mana. Sedangkan sudah ada sebagian siswa yang duduk. Ia berjalan ke arah kursi belakang yang hanya ada satu kursi dan meja di situ, Mungkin ia akan duduk sendiri saja.
"Hai!" sapa seorang gadis yang memakai kacamata bulat dengan rambut di kuncir dua.
Killa langsung mendongak menatap seorang yang baru saja menyapanya. "E-eh, hai," balasnya canggung
"Duduk sama aku aja yuk, dari pada di sini sendirian." ajaknya.
"Hah, gak apa-apa kok."
"Ayuk lah, gak asik nih. Aku belum ada teman sebangku," ajaknya terus berusaha.
Killa tampak berpikir sebelum akhirnya mengangguk setuju. "Ayuk deh, di mana kamu duduknya?" tanya Killa.
Gadis itu langsung membawa Killa ke kursi yang berada di paling depan, dan dekat sekali dengan meja guru.
"Di sini?"
"Iya, mata aku minus makanya duduk di sini. Gak apa-apa kan?"
Killa menggeleng pelan. "Gak apa-apa."
"Kita belum kenalan, nama aku Shila," ucap Shila sambil menyodorkan tangannya ke arah Killa dan di sambut Killa dengan hangat.
"Killa," balasnya dengan tersenyum.
Suara bel sekolah sudah berbunyi nyaring, pertanda pelajaran pertama akan segera di mulai. Mereka yang baru saja mengikut pelajaran pertama, sama sekali belum tahu menahu soal siapa guru yang mengajar sekarang.
Mereka hanya baru di bagikan jadwal pelajaran, tanpa tahu siapa guru yang mengajar pelajaran tersebut.
"Selamat pagi!" sapa guru yang berbadan gemuk dan kacamata yang di pakainya. Panggil saja__ Ibu Minah guru pelajaran matematika.
"Pagi!"
"Perkenalkan nama saya Ibu Minah, mengajar pelajaran Matematika."
"Tanpa banyak berbasa-basi sekarang langsung aja kita belajar, keluarkan buku paket matematikanya dan buka halaman 1."