🚫BACA DI JAMIN PENASARAN YANG BERKELANJUTAN...
•Pintar.
•Dingin, cuek.
•Ketua osis.
•Di gemari banyak wanita.
Dia Arson Putra Razendra
Gimana jadinya nanti, ketika dia mempunyai seorang kekasih yang ribet! Di mana dan kapan pun selalu berurusan de...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, mobil bus pun sudah sampai di area sekolah setelah menyelesaikan acara camping selama 2 hari. Para anggota turut turun dari bus setelah mereka membereskan barang-barangnya masing-masing.
"Heh bentar-bentar, hp gue mana?" tanya Regal pasalnya ia baru bangun tidur tapi tidak menyadari handphonenya hilang.
"Ck, ya lo taruh dimana emangnya?" balas Ziho.
"Di sini tadi," ujar Regal menunjuk bangkunya yang ia duduki.
"Bodo ah! Gue gak tau."
"Bang Ar, lo liat gak?" tanya Regal pada Arson dan dibalas gelengan tanda tidak tahu.
"Tadi gue duduk sama lo kan bang."
"Gue sibuk bantuin anak-anak nurunin barang, jadi gue gak tau apa-apa," ujarnya.
"Bantuin deh Ar, kesian mau nangis nih anak," ucap Ziho.
Muka Regal sudah memelas ia mencari handphonenya dikolong-kolong dibantu Arson dan Ziho tapi sama sekali tidak ketemu, matanya pun sudah berkaca-kaca. Mau bilang apa ia sama orang tuanya nanti bahwa ponselnya hilang, sebab ia ceroboh.
"Nih!"
Ketiga lelaki tersebut menoleh secara serempak. "Wah hp gue, jadi lo yang ambil?!" tuduh Regal yang langsung merampas ponselnya.
"Enak aja! Tadi jatuh terus mau diinjek, seharusnya lo berterima kasih malahan nuduh yang enggak-enggak."
Arson dan Ziho masih memandang interaksi mereka dalam diam, seperti kedua sepasang kekasih yang sedang beradu argumen.
"Au ah! Gak perduli gue yang penting hp gue udah balik," ujar Regal masa bodo dengan gadis yang sudah mengembalikan ponselnya ini. Ia langsung berlalu pergi begitu saja.
"Woy! Regal sialan gue sama Arson udah bantuin gak ada terima kasih banget lo!" kesal Ziho tidak terima ia langsung mengejar Regal si manusia tidak tahu diri itu!
Killa melirik Arson yang masih diam menatap kepergian dua temannya. "Kak." panggil Killa sambil menarik-narik ujung Hoodie hitam Arson.
Arson menunduk menatap Killa sambil menautkan sebelah alisnya tanda tanya.
"Katanya abis pulang camping mau ngomong sesuatu berdua, sekarang kan udah sampai sekolah," ucap Killa menagih janji Arson.
"Mumpung di sini cuman ada kita berdua doang." Ya! Di dalam bus sekarang hanya menyisakan Arson dan Killa saja selebihnya sudah pada keluar.