Bab 31

23.1K 1.3K 40
                                        

"Elea—"

Sebelum Romeo sempat mengatakan apa pun lebih jauh, Eleanore lebih dulu menariknya ke arah lift, berusaha untuk membawanya pergi dari keramaian.

Karena, tak dipungkiri, ada beberapa penghuni yang melihat dan mungkin akan mengenali Romeo. Oleh sebab itu, sebelum keadaan berubah menjadi kacau, Eleanore dengan cepat menariknya pergi.

"Masuk."

Romeo bahkan tidak sempat bertanya ketika perempuan itu mendorongnya masuk ke dalam lift.

Pintu lift tertutup tepat setelah mereka masuk, Eleanore segera menarik Romeo agar membelakangi kamera keamanan yang ada di dalam lift. Jantungnya masih berdegup kencang, bukan karena Romeo, melainkan karena kemungkinan seseorang melihat mereka bersama, atau lebih buruk memotret dan menjadikannya berita.

Romeo sedikit menunduk, memperhatikan wajah Eleanore yang tampak gelisah. "Apa harus sampai seperti ini?"

"Menurutmu?" Eleanore membelalak. "Bagaimana jika ada yang melihatmu? Kenapa kau datang ke apartemenku tanpa memberi tahu?!"

"Memangnya kenapa?"

"Memangnya kenapa?!" ulang Eleanore. "Kepalamu terbentur sesuatu? Kau lupa siapa dirimu, Romeo?"

Eleanore menatap wajah mantan kekasihnya dengan bingung karena Romeo bertingkah aneh hari ini. Sebelumnya, pria itu selalu berusaha untuk merahasiakan segalanya. Jadi, melihatnya datang tiba-tiba tanpa berusaha menutupi identitasnya sama sekali membuat Eleanore panik bukan main.

Belum sempat Romeo menjawab, pintu lift lebih dulu terbuka, berhenti tepat di lantai unit Eleanore. Dengan sedikit waspada, ia menarik Romeo ke dalam unit apartemennya, lalu dengan cepat menguncinya.

"Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau akan datang?" ulang Eleanore dengan jantung berdebar kencang.

"Karena aku ingin menemuimu." Jawaban Romeo meluncur dengan sangat lancar tanpa beban.

"Bagaimana kalau ada yang melihatmu?"

"Biarkan mereka melihat, mereka punya mata."

"It's not funny!" bentak Eleanore. Dahinya mengernyit hingga membentuk garis dalam. "Kau adalah Pangeran Agung yang telah bertunangan, dan aku mantan kekasihmu. Tetapi kau justru datang ke apartemenku secara terang-terangan seperti ini. Bagaimana jika ada yang melihat atau memotretmu? Kita bisa menjadi skandal."

"Aku hanya ingin menemui kekasihku. Apa itu salah?"

Sontak Eleanore terdiam untuk beberapa saat. Lidahnya terlalu kelu untuk menjawab atau bertanya. Ia berusaha mencerna ucapan Romeo, berharap bahwa dirinya salah mendengar.

Karena, betapa bajingan pria di hadapannya ini—lihat senyum pada wajahnya, sungguh. Apa pria itu berniat untuk mempermainkannya?

"Are you making fun of me?" desis Eleanore.

"Aku sudah membatalkan pertunanganku." Romeo mengangkat tangan, memperlihatkan jemarinya yang kosong.

Sikapnya begitu santai seolah Eleanore sedang tidak nyaris meledak di hadapannya.

"Apa ...?"

Under Her StilettosCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang