Dua hari.
Dua hari yang terasa seperti neraka.
Sudah dua hari penuh sejak skandal itu meledak dan publik menjadikan Eleanore sebagai samsak tinju untuk melampiaskan amarah. Namanya masih bertahan di puncak pencarian nasional. Setiap jam muncul artikel baru, teori baru, foto baru, dan komentar-komentar yang makin kejam dari sebelumnya dan bahkan mulai mengusik ranah privacy.
Tetapi, yang paling mengerikan saat ini bukanlah kebencian publik, melainkan fakta bahwa Pangeran Romeo Romanoff menghilang.
Pria itu seolah ditelan bumi saat berita tentang kecurigaan perselingkuhannya meledak. Tidak ada pernyataan, klarifikasi, atau konferensi.
Kekaisaran sendiri memilih untuk tidak berkomentar mengenai isu perselingkuhan atau skandal tersebut. Sungguh menyedihkan. Karena Eleanore harus melalui segalanya sendirian.
Sudah hampir setengah hari Eleanore duduk di sofa yang sama, memandangi layar ponsel yang terus menampilkan tulisan yang sama.
Call Failed.
Call Failed.
Call Failed.
Berkali-kali ia telah menghubungi pria itu, tetapi nomor pribadinya tidak aktif. Sekretaris hingga pengawal kepercayaannya pun tidak menjawab. Semua jelas-jelas menghindari Eleanore, meninggalkannya sendiri dalam kekacauan ini.
"Aku tidak mengerti," gumam Eleanore pelan untuk kesekian kalinya.
Nikolai yang sedang berdiri di dekat jendela hanya melirik sekilas. Kedua tangannya terlipat di depan dada seperti seorang inspektur polisi yang sedang memastikan keamanan kota.
"Why the fuck are you still trying to call him? That useless bastard disappeared the second this scandal exploded. Dua hari dan tidak ada telepon atau satu pesan pun. Apa kau benar-benar tidak sadar bahwa dia sudah meninggalkanmu? He's leaving you to drown in this mess while he hides God knows where."
Eleanore tidak menjawab. Kali ini ia tertunduk lesu karena Nikolai benar. Selama 48 jam terakhir tidak ada satu pun tanda bahwa Romeo masih berada di Rusia. Bahkan orang-orang dalam lingkaran kekaisaran juga ikut menutupi jejaknya.
They don't want anything to do with Eleanore.
Bagaimana Eleanore tahu? Ya, Nikolai.
Sejak hari pertama skandal mencuat, pria itu tak pernah lepas tangan, ia terus membantu Eleanore dengan menghubungi beberapa kenalan lamanya yang berada di dalam lingkungan kekaisaran. Sayangnya, tidak ada yang mengetahui keberadaan pria itu.
Eleanore juga sempat mengunjungi kediaman pribadi Romeo. Tetapi, pria itu juga tidak di sana, dan para penjaga bahkan melarang Eleanore masuk.
Coward.
"Mantan kekasihmu itu benar-benar luar biasa pengecut."
Eleanore mengangkat kepala, menatap Nikolai yang tampak lebih kecewa juga marah ketimbang dirinya.
"Aku tidak menyangka dia akan serendah ini."
"Nik, stop—"
"Kenapa kau terus membelanya?"
"Aku tidak membela Romeo! Kepalaku sakit. Tolong jangan memperkeruh suasana."
"Memperkeruh?" Nikolai tertawa. "Dua hari lalu dia menyeretmu, memaksamu mendengarkan omong kosongnya. Dia meninggalkan bukti yang sekarang menghancurkan namamu. Lalu, ketika seluruh negeri menyerangmu, tebak siapa yang menghilang? Sekarang katakan siapa yang memperkeruh segalanya? Bajingan itu menjerumuskan dirimu!"
Tidak, Eleanore tidak ingin mendengarnya.
Karena, jauh di dalam hatinya, ia mulai memikirkan hal yang sama. Jika Romeo benar-benar peduli padanya, mengapa pria itu hanya diam dan membiarkan Eleanore menghadapi semua ini sendirian? Mengapa sampai sekarang tidak ada satu kata pun yang keluar untuk membersihkan namanya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Under Her Stilettos
Romansa[COMPLETED] Siapa sangka jika stilettos merah kesayangan Eleanore akan mengantarnya pada Nikolai-nasib buruk dan kemalangan dalam hidupnya. Mengetahui fakta bahwa Eleanore merupakan kekasih dari musuhnya-Romanoff, justru membuat Nikolai semakin tero...
