Bab 40

25.9K 1.3K 69
                                        

Kepalanya Eleanore terasa sangat berat seakan ada ribuan jarum yang menusuk tanpa henti. Eleanore berusaha membuka mata, tetapi kelopaknya juga terasa sangat berat. Dunia di sekelilingnya hanya tampak seperti bayangan kabur yang berputar-putar.

Ia bisa mendengar suara langkah kaki di kejauhan, lalu seseorang menarik lengannya dengan kasar hingga tubuhnya terseret paksa.

Tubuh Eleanore tersandung beberapa kali saat diseret melewati lorong yang asing. Ia mencoba melepaskan diri, tetapi ia terlalu lemah untuk melawan, bahkan untuk bergerak pun tidak bisa. Rasanya, tubuhnya seakan lumpuh.

"Apa—"

Suaranya nyaris tak terdengar.

Beberapa detik kemudian, Eleanore didudukkan di sebuah kursi. Kepalanya terkulai dan pandangannya masih berkunang-kunang.

Sebuah tangan besar menyentuh pipinya, kemudian menyapu rambut yang menutupi wajahnya dengan lembut, kontras dengan bagaimana tubuhnya tadi diseret dengan paksa.

"Wake up."

Nikolai?

Eleanore mengenali suara itu. Suara Nikolai.

Dia berusaha bersuara, memanggil nama pria itu. Sayangnya, lidahnya kelu. Tenggorokannya terasa perih.

Pria itu kembali mengusap kepalanya perlahan.

"Come on, Little Kanareyka."

Little Kanareyka.

Ah. Seketika tubuh Eleanore menegang, kali ini ia  benar-benar yakin bahwa pria itu adalah Nikolai. Karena, hanya pria itu yang memanggilnya Kenari Kecil, terinspirasi dari lukisan milik Eleanore.

Perlahan ia memaksa matanya terbuka. Sosok di hadapannya mulai terlihat jelas. Pria itu memang Nikolai.

"Nik ...?"

Nikolai berdiri tepat di hadapannya. Namun, ada sesuatu yang berbeda—senyum, tatapan, segalanya ....

Tanpa sadar, Eleanore bergidik takut. Bulu kuduknya berdiri. Dan hal itu membuat jantungnya berdegup lebih cepat.

Ada apa? Mengapa Nikolai seperti ... berubah? Mengapa pria itu menjadi tampak sangat menakutkan? Padahal, saat mereka bertemu pertama kali dulu, Eleanore tidak sedikit pun merasa takut pada pria yang bertubuh lebih tinggi dan besar darinya itu.

Pria itu menyeringai pelan, ekspresi puas yang membuat dada Eleanore terasa sesak.

"Akhirnya kau bangun."

"What are you doing?"

Pria itu sedikit membungkuk hingga kini wajah mereka sejajar. Tatapannya tidak pernah lepas dari wajah Eleanore.

"Aku sudah menunggumu sangat lama."

"Apa?"

Kepalanya masih terasa berputar, tapi ia tetap mencoba melihat sekeliling dan menyadari bahwa ruangan itu begitu asing. Entah di mana mereka saat ini.

"Ini di mana?"

"Kau benar-benar tidak ingat?"

Eleanore menatapnya bingung karena sungguh ia tidak mengingat apa pun. Hal terakhir yang ia ingat adalah pria itu memandikannya di dalam bathtub sampai ia tertidur. Hanya itu.

Lalu, di mana mereka sekarang?

Nikolai mengangkat satu tangan dan membelai pipinya.
"Kau menipuku, Eleanore."

Menipu apa? Sungguh, ia tidak mengerti.

"Apa?"

"Kau mencoba kabur saat aku lengah."

Under Her StilettosCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang