[COMPLETED] Siapa sangka jika stilettos merah kesayangan Eleanore akan mengantarnya pada Nikolai-nasib buruk dan kemalangan dalam hidupnya.
Mengetahui fakta bahwa Eleanore merupakan kekasih dari musuhnya-Romanoff, justru membuat Nikolai semakin tero...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ruang kerja itu besar dan mewah. Rak-rak tinggi memenuhi tiga sisinya, penuh dengan buku-buku tebal bersampul kulit. Rasanya sungguh menggelikan, sebab Nikolai tahu bahwa pemilik ruangan tersebut hampir jarang membaca.
Ada sebuah meja kerja kayu yang cukup lebar, kursi kulit berpunggung tinggi, dua one seater sofas, dan sebuah meja kopi berkaki rendah. Di hadapan dua sofa dan meja kopi tersebut terdapat perapian dengan jeruji besi.
Dan di sofa-sofa itulah Nikolai dan si pemilik ruangan sekarang duduk. Berhadapan, tegang, saling menilai satu sama lain.
"Seorang Rohlstein datang dan membawa tawaran untuk masuk ke dalam jalur distribusi ilegalku. Bahkan ingin ikut menyisipkan muatan tertentu di antara pengiriman."
Lyubov menatap remeh ke arah Nikolai. Pria itu tiba-tiba saja datang ke kediamannya, dan memberikan sebuah penawaran untuk bekerja sama. Sungguh sesuatu yang sebenarnya nyaris mustahil.
"Ya." Nikolai mengangguk. Ekspresinya seolah ini sesuatu yang wajar dan biasa dilakukan. "Sebagai imbalannya, aku bisa mempercepat akses izinmu dan pemeriksaan akan lebih dilonggarkan."
Lyubov memicingkan mata. "Apa aku sebodoh itu di matamu, Nikolai? Kenapa kau ingin membantuku?"
"Membantu?" Nikolai tertawa sumbang. "I'm offering this because it benefits me just as much as it does you. Aku sebut ini sebagai kerja sama, sebuah bisnis."
Lyubov tentu tidak langsung menyetujui meski itu menggiurkan. Mengingat keluarga Rohlstein memiliki hubungan yang erat dengan kekaisaran, bisa saja pria itu sekarang sedang berusaha untuk menjebaknya.
"Bagaimana aku bisa memercayaimu?" tanya Lyubov berhati-hati. Matanya masih memicing seolah itu bisa membantunya mengetahui agenda tersembunyi pria di hadapannya.
"Bukankah latar belakangku sebagai seorang Rohlstein justru menjadi peluang besar untuk mempermudah urusanmu?" Lyubov tertawa sinis. "Memercayai keluarga Rohlstein sama saja dengan menyerahkan nyawa pada kekaisaran. Kalian selalu bersekongkol."
"Nah, that was the old Rohlstein way, sebelum aku yang memegang kendali keluarga. Aku hanya menghormati siapa pun yang memberiku keuntungan." Sudut bibirnya terangkat tipis. "Aku hanya peduli pada apa yang bisa kudapat. So if you're looking for limits, I don't have any."
Tidak.
Nikolai tidak ingin benar-benar bekerja sama.
Keuntungan yang Nikolai dapat dari bisnis bersama Lyubov ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan kekayaan keluarga Rohlstein yang telah diwariskan padanya sejak lahir.
Ia tidak berbisnis dengan Lyubov untuk mendapatkan uang. Semua ini bukan tentang uang. Tujuan utamanya hanyalah menghancurkan Romeo, dan mendekati Eleanore.
Romanoff dan Rohlstein bagai satu kesatuan. Sejak puluhan tahun silam, keluarga Rohlstein telah dikenal dekat dengan keluarga Romanoff, mereka saling menopang layaknya dua sisi koin. Romanoff dengan kekuasaan dan garis keturunan mereka, sedangkan Rohlstein dengan kemampuan berbisnis dan kekayaan yang tak tertandingi. Hubungan itu begitu erat hingga masyarakat Rusia sendiri memperlakukan Rohlstein dengan penghormatan yang nyaris setara dengan keluarga kekaisaran.