The Zimniy Korol, atau Winter King, adalah sebuah private train milik keluarga Rohlstein yang kini sudah mulai jarang terlihat. Kereta itu lebih sering digunakan untuk perjalanan pribadi keluarga mereka ke wilayah utara, tempat-tempat yang terlalu jauh untuk dijangkau nyaman dengan mobil.
Namun, malam ini, setelah entah berapa lama menghilang dari pandangan dunia, monster hitam raksasa itu akhirnya kembali keluar dari persembunyiannya. Tubuh hitam legamnya membelah dinginnya malam dengan raungan mesin dan suara peluit dari cerobongnya, memecahkan sunyi jalur kereta bak seorang raja yang baru saja mengumumkan kepulangannya. Gerbong panjang berlapis baja melaju di jalur rel privat pinggiran Moskow, dijaga beberapa pria bersenjata dari kepala hingga ujung. Lambang keluarga Rohlstein terukir samar di sisi badan kereta.
Ketimbang alat transportasi, Zimniy Korol lebih mirip seperti kediaman berjalan dengan interior kayu ek gelap, lapisan beludru mahal, hingga ruang makan pribadi lengkap dengan wine cellar mini.
Bahkan ada kamar tidur utama di gerbong paling belakang dengan perapian elektrik. Seluruh kereta itu hanya diisi orang-orang Nikolai—baik itu pengawal maupun beberapa orang kepercayaannya, yang terus memeriksa dokumen dan peta distribusi di gerbong depan.
Nikolai sedang menuju Veliky, kota kecil di utara Rusia yang menjadi salah satu jalur transit tersembunyi untuk distribusi senjata ilegal dan pengiriman dokumen gelap lintas perbatasan.
Beberapa minggu terakhir, salah satu jalur milik Rohlstein yang bekerja sama dengan Lyubov, mulai diawasi diam-diam oleh pihak federal, dan Nikolai tidak pernah memercayakan masalah seperti itu pada orang lain.
Biasanya, Nikolai selalu datang sendiri. Tetapi, kali ini, ia membawa Eleanore bersamanya. Perempuan itu duduk tepat di hadapannya, memandangi hamparan salju Rusia di balik jendela besar kereta.
"Kita mau ke mana sebenarnya?" tanyanya perempuan itu.
Nikolai sempat mengangkat tatapan dari dokumen di tangannya dan memandang Eleanore. "Veliky."
Eleanore mengernyit kecil. "Itu apa?"
"Kota kecil di pinggiran Rusia, bagian utara."
"Untuk apa kita ke sana?"
"I have something to handle there."
"Pekerjaanmu?"
Nikolai tampak menandatangani beberapa lembar dokumen. "Aku perlu melihat dan memastikan langsung jalur distribusi baru."
"Untuk bisnis ilegalmu?"
"Bisnis ilegalku dan ayahmu," ralat Nikolai.
"Lalu, untuk apa kau membawaku?"
"Sebagai dekorasi, jika aku bosan dalam perjalanan."
"Berapa lama lagi perjalanannya?" Tampak Eleanore sudah mulai bosan karena berada di dalam kereta ini.
"Hm."
"Itu bukan jawaban."
"Tidurlah."
"Aku tidak mengantuk." Eleanore menghela napas panjang sambil menyandarkan pipinya ke jendela. "Perjalanan ini jauh sekali ...."
Nikolai hanya meliriknya sekilas. "Kau mengeluh setiap lima menit sekali, bersabarlah sedikit."
"Karena ini membosankan."
"Kalau begitu tidur."
Eleanore mendecak pelan. "Aku tidak bisa tidur di kereta."
Awalnya memang begitu; ia berniat untuk tetap terjaga. Namun, suara roda beradu rel yang stabil, hangatnya ruangan, dan tubuhnya yang masih lelah justru perlahan membuat kelopak matanya makin berat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under Her Stilettos
Romance[COMPLETED] Siapa sangka jika stilettos merah kesayangan Eleanore akan mengantarnya pada Nikolai-nasib buruk dan kemalangan dalam hidupnya. Mengetahui fakta bahwa Eleanore merupakan kekasih dari musuhnya-Romanoff, justru membuat Nikolai semakin tero...
