"Administrasinya belum diurus, kita akan kabur begitu saja?" tanya Eleanore ketika Nikolai mendorong kursi rodanya keluar dari ruang rawat.
"Sudah."
"Sudah?" Eleanore langsung mengernyit. "Sejak kapan?"
Pria itu hanya mengeluarkan dompetnya lalu melempar sebuah kartu nama ke pangkuan Eleanore begitu saja.
Eleanore refleks menangkapnya, matanya langsung jatuh pada tulisan berwarna emas di kartu tersebut.
Nikolai Rohlstein
Rohlstein Group
Dahi Eleanore berkerut membaca itu. Lalu, kepalanya menengadah, mencari nama rumah sakit untuk memastikan.
"Rohlsmed ... Rohlstein Medical?" Perempuan itu memutar tubuh, menoleh ke arah Nikolai. "Rumah sakit ini milikmu?"
"Hm." Nikolai tetap mendorong kursi rodanya santai menyusuri lorong rumah sakit. "Kau pikir kenapa semua dokter di sini hampir membungkuk padaku sejak tadi?"
"Sombong sekali ...," gumam Eleanore kembali menghadap depan sehingga pria itu tidak bisa melihat sudut-sudut bibirnya yang sedikit berkedut menahan senyum geli.
"The doctors here probably wouldn't bow if it were your ex walking through these halls."
"In case you forgot, Romeo adalah calon masa depan negara ini. Seluruh dunia mengenal dan akan menunduk pada pria itu."
Mendengar itu jelas menyenggol ego Nikolai. Pria itu tiba-tiba mendorong kursi roda Eleanore sedikit lebih cepat hingga perempuan itu refleks memegang sandarannya.
"Nik!"
Beberapa detik kemudian Nikolai malah melepaskan pegangan kursi roda itu begitu saja dengan wajah kesal.
"You always defend that fucking Romanoff bastard," gerutunya. "Berhenti membanggakannya, dia tidak se-spesial itu."
Eleanore langsung membelalak tidak percaya.
"Kau hampir membunuhku hanya karena aku membicarakan Romeo?!" pekiknya sambil bangkit, lalu menendang kursi roda tersebut kesal. "Dan, lagi pula, kau yang mulai membicarakannya duluan!"
Beberapa perawat yang lewat langsung menoleh panik ke arah mereka. Namun, tentu, Nikolai sama sekali tidak peduli.
"You keep defending him, like he's a fucking saint."
"Karena tidak semua orang membencinya sepertimu!"
"Oh, trust me, one day you'll regret saying that."
"Lihat?" Perempuan itu menunjuk Nikolai kesal. "Kau selalu seperti ini setiap kali membicarakan Romeo."
"Aku tidak suka padanya, terlebih jika mendengar namanya keluar dari mulutmu terus-menerus."
"Kalau begitu kau yang harus berhenti membicarakan Romeo! Karena kau yang selalu memulainya!" Lalu tanpa berpikir panjang, Eleanore langsung berbalik dan berjalan pergi meninggalkan kursi rodanya begitu saja di tengah lorong rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under Her Stilettos
Romansa[COMPLETED] Siapa sangka jika stilettos merah kesayangan Eleanore akan mengantarnya pada Nikolai-nasib buruk dan kemalangan dalam hidupnya. Mengetahui fakta bahwa Eleanore merupakan kekasih dari musuhnya-Romanoff, justru membuat Nikolai semakin tero...
