Fang yin menatap pintu emas milik ruang kerja kaisar Zhao, hari ini kaisar Zhao memanggilnya setelah kemarin sampai di istana mengejutkan semua orang, hati Fang yin belum siap bertemu dengan kaisar Zhao namun sebagai permaisuri, dirinya harus patuh dengan perintah kaisarnya.
"Yang Mulia Permaisuri telah tiba!"
Begitu masuk ke dalam ruangan yang cukup luas, pandangan Fang yin langsung tertuju ke Zhao yang berdiri di samping meja kerjanya, tanpa ia sadari pintu di belakangnya telah tertutup.
"Semoga yang mulia selalu dikaruniai usia yang panjang dan diberkahi kebahagiaan!" Ucap fang yin seraya menundukkan kepala dan tubuhnya.
Zhao terdiam, hatinya begitu kacau mendengar suara yang selalu ingin di dengar seumur hidupnya bergetar seakan menahan rasa sedih yang tidak terucap, perlahan Zhao berjalan mendekati Fang yin lalu ia menurunkan tubuhnya dan bersimpuh di lantai, Fang yin pun tersentak.
"Aku benar benar merasa bersalah kepadamu, mungkin dosaku ini tidak akan pernah bisa kau maafkan, tapi aku mohon kepadamu, jangan tinggalkan aku, aku tidak mampu hidup tanpa dirimu......!" Ucap Zhao dengan mata berkaca-kaca.
"Yang mulia adalah Sang Naga, tolong jangan seperti ini, saya tidak pantas mendapatkan permohonan seperti ini, saya hanya wanita biasa yang tidak mempunyai kehormatan seperti yang mulia!"
"Kau adalah wanita yang memiliki diriku, tidak akan ada satu orangpun yang akan berani tidak menghormati mu, maafkan aku fang yin.....!" Ucap Zhao bersungguh sungguh, ia kemudian berdiri.
Zhao kemudian mulai menceritakan kejadian yang menimpanya secara singkat.
"Aku tahu, aku sangat melukai hatimu dengan mengambil selir sebagai wanita pendamping ku, aku hanya bisa berharap kau mau memaafkan ku"
"Saya akan menerima putri Xiu Yan sebagai selir yang mulia, dan saya akan secepatnya mengadakan upacara untuk menyambut dan mengangkat status selir ke putri Xiu Yan, jadi yang mulia tidak perlu kuatir," jawab Fang Yin dengan nada datar.
"Karena tidak ada keperluan yang lain, saya akan mengundurkan diri!"
Zhao menatap kepergian Fang Yin dengan wajah muram, ternyata ia telah melukai hati Fang yin dengan begitu dalam.
"Permaisuri Fang Yin ternyata wanita yang sangat cantik, pantas saja yang mulia sangat mencintainya," gumam Xiu Yan sambil melamun di halaman kediaman nya di istana Timur, ia tinggal sementara di sana sampai upacara pengangkatan nya.
"Putri juga tidak kalah cantik! Yang mulia juga mencintai putri!" Sela Mei Lin dengan cepat.
Xiu Yan menghela nafas panjang, sudah lima hari ia tinggal di istana Timur dan kaisar Zhao tidak pernah mengunjunginya.
"Apakah yang mulia Zhao sibuk dengan urusan negara?! Aku sangat merindukan nya," bisik Xiu Yan di dalam hati.
Keesokan nya dua prajurit istana datang menemui Xiu Yan dengan membawa surat perintah dari istana permaisuri yang berisikan upacara pengangkatan selir Xiu Yan akan di laksanakan tiga hari lagi di halaman Istana permaisuri.
Semua dayang menghadiri upacara pengangkatan selir Xiu Yan, Fang Yin yang menggenakan baju kebesaran permaisuri begitu bersinar menunjukkan kewibawaan nya membuat Xiu Yan semakin kagum dengan kecantikan Fang Yin.
"Tolong layani yang mulia dengan kesetiaan dan ketulusan," ucap fang yin dengan menatap Xiu Yan.
"Saya berjanji akan selalu setia dan melayani yang mulia!" Ucap Xiu Yan.
Fang Yin merasakan merasa lega karena Xiu Yan bersungguh sungguh dengan janjinya.
Setelah upacara selesai, Xiu Yan langsung pindah ke Istana Selir yang tidak jauh dari Istana Kaisar, begitu masuk, Xiu Yan tercengang karena istananya begitu indah, dan tempat tinggal nya besar tidak seperti sebelumnya.
"Tuan putri sangat beruntung, pasti yang mulia kaisar Zhao yang memilihkan istana ini!!" Sahut Mei Lin dengan gembira.
Xiu Yan tersenyum membayangkan kaisar Zhao memilihkan istana yang bagus untuknya.
Beberapa pelayan menyambut kedatangannya, dan beberapa hadiah dari para pejabat juga berdatangan.
Namun setelah 4 bulan, kaisar Zhao tidak pernah mengunjungi istananya.
Kehamilan selir Xiu Yan kemudian terdengar keluar setelah seorang tabib keluar dari istana selir Xiu Yan.
"Yang mulia harus mengangkat status selir Xiu Yan menjadi selir pertama!!" Sahut salah satu menteri Zhao.
"Mengapa aku harus mengangkat status nya, dia masih tinggal 4 bulan di sini?!"
"Karena kemungkinan besar selir Xiu Yan akan melahirkan calon putra mahkota yang mulia!" Jawab menteri Shen Quon.
"Apa kamu tidak menghargai posisi permaisuri Fang Yin, Shen Quon!"
"Usia permaisuri masih cukup untuk melahirkan seorang putra mahkota, jangan lagi ada perdebatan mengenai status selir Xiu Yan, jika ia memang melahirkan seorang pangeran, ia akan menjadi putraku, posisi putra mahkota hanya milik putra permaisuri!!"
Kata kata yang tersirat dengan peringatan membuat para menteri terdiam, kaisar Zhao kemudian menutup pertemuan.
"Bagaimana ini menteri Shen, kaisar Zhao juga belum pernah mengunjungi istana selir Xiu Yan setelah pengangkatan beliau, kita harus mendorong yang mulia untuk menyukai selir Xiu Yan daripada permaisuri Fang Yin!" Ujar menteri Huan yang sering membantu Shen Quon.
"Kalau begitu kita harus menemui selir Xiu Yan!"
Siang itu Xiu Yan memperhatikan bunga di tamannya, sedangkan Mei Lin dayangnya sedang memetik beberapa bunga untuk menghias ruang menerima tamu.
Xiu Yan melihat dua laki-laki yang tidak di kenalnya.
"Saya menteri Huan menghadap selir Xiu Yan, ini sahabat saya menteri Shen Quon!"
Xiu Yan kemudian mempersilakan masuk kedua tamunya sedangkan Mei Lin mempersiapkan minuman untuk tamu.
"Apakah yang mulia sudah menerima hadiah dari kami?" Tanya Huan dengan bersemangat.
"Sudah, tapi sepertinya hadiahnya terlalu berlebihan, saya ingin mengembalikan hadiah nya"
"Yang mulia, hadiah yang kami berikan bukan untuk berniat buruk, kami hanya ingin menjalin pertemanan dengan selir Xiu Yan, bukan untuk niat yang lain," ujar Huan mencoba mencegah Xiu Yan mengembalikan hadiah nya.
"Kami hanya berharap semoga putra yang mulia nanti menjadi calon putra mahkota yang membawa kemakmuran kerajaan ini," ucap Shen Quon dengan tersenyum membuat putri Xiu Yan menjadi malu karena kedua menteri telah mendoakan baik untuk putranya.
"Terimakasih telah mendoakan anak saya, tapi anak saya belum tentu seorang pangeran mungkin seorang putri"
"Tidak apa-apa yang mulia, kami hanya mengharapkan kebaikan untuk yang mulia dan kaisar kami, semoga yang mulia dan kaisar Zhao menjadi pasangan yang saling mencintai untuk selamanya"
Wajah putri Xiu Yan merona seraya mengelus perutnya hasil cinta nya dengan Zhao.
Shen Quon tersenyum melihat wajah selir Xiu Yan yang tidak bisa menyembunyikan rasa cintanya pada kaisar Zhao.
Setelah berpamitan ke selir Xiu Yan, keduanya keluar dari istana selir Xiu Yan.
"Bagaimana cara kita menyatukan keduanya, ini akan sangat sulit," keluh Huan.
Shen Quon tersenyum, ia punya satu cara meskipun ini adalah rencana yang cukup ekstrim, ia akan melakukan segala cara untuk mengendalikan selir Xiu Yan.
Kira kira Shen Quon merencanakan apa ya😔
Terimakasih vote dan follow nya🥰

KAMU SEDANG MEMBACA
Fang Yin
Randomcerita ini hanya khayalanku saja, cerita dewasa, banyak adegannya, jika banyak typo salah nama tolong di maafkan.