Chapter 44

1.6K 126 3
                                    

Pagi itu fang yin memutuskan untuk jalan jalan agar kandungannya yang berusia lima bulan bertambah sehat, dayang liu dan dua pelayannya mengikuti dari belakang.

Sejak mengetahui kehamilan fang yin,  para menteri perlahan mulai menerima status fang yin sebagai permaisuri, awalnya mereka menolak karena fang yin adalah selir kaisar terdahulu dan dia bukan kalangan Putri bangsawan atau putri kepala suku. Fang yin juga bersyukur, kaisar zhao belum mengambil satu selirpun meskipun banyak kepala suku yang menawarkan putrinya, banyak yang mengira, kaisar zhao di guna guna oleh fang yin hingga kaisar zhao tidak berminat melihat ke wanita lain.

Tiba tiba fang yin mendengar suara seseorang jatuh, fang yin segera mendekat.

Seorang bocah tampak sedang memegangi pergelangan kakinya dengan mengernyit menahan sakit.

"Apa kau terluka?" Tanya fang yin dengan pelan.

Mengetahui kehadiran fang yin, bocah itu berusaha untuk berdiri namun sakit di kakinya membuatnya sulit untuk berdiri.

"Jangan digerakkan dulu, nanti kakimu jadi bengkak!" Sela fang yin yang kemudian berjongkok tanpa memperdulikan gaun bawahnya terkena tanah.

"Bolehkah aku membantumu?!"

Bocah itu tidak menjawab, wajahnya terlihat ketakutan.

"Aku tidak akan menyakiti mu, aku hanya ingin berusaha membantumu," kata fang yin mencoba merayu bocah itu agar memperbolehkannya untuk membantunya.

Tanpa menunggu jawaban bocah itu, fang yin menyentuh dengan pelan pergelangan kakinya, bocah itupun mengernyitkan dahinya sambil menarik kaki kanannya yang mulai memar.

Fang yin lalu mengambil sesuatu dari kantong kainnya yang selalu ia bawa.

"Aku akan mengoleskan ini ke pergelangan kakimu, ini tidak akan sakit,"kata fang yin meminta izin.

Tanpa menunggu jawaban bocah itu, fang yin mengoleskan salep buatannya ke pergelangan kaki bocah itu.

"Kamu sendirian?"

"Tadi aku lari dari pelayanku, mungkin dia sekarang sedang mencariku," Jawab bocah itu yang mulai tidak takut dengan fang yin.

Fang yin menyobek kain hanfunya lalu mengikatkan ke pergelangan kaki bocah itu.

"Kata orang kau wanita yang jahat dan licik"

Dayang yang mendengar perkataan bocah itu pun terkesiap dan melangkah maju untuk memberi hukuman pada bocah itu. Namun langkah dayang itu berhenti saat mendengar fang yin tertawa.

"Aku memang licik, tapi aku tidak jahat, itu beda" Jawab fang yin membuat bocah itu mengernyitkan dahinya, wajahnya mengingatkan seseorang saat itu juga.

"Jadi kau orang yang baik?"

Fang yin tersenyum dan mengangguk.

"Sekarang bagaimana dengan pergelangan kakimu? Apa masih sakit?" Tanya fang yin sambil melihat ke pergelangan kaki bocah itu.

Bocah itu kemudian menggerakkan kakinya, dan iapun tersenyum lebar.

"Kau punya obat ajaib, sudah tidak terasa sakit lagi!!"

Fang yin tersenyum, ia ikuti berdiri saat bocah itu berdiri.

"Terimakasih....." Ucap bocah itu dengan menundukkan badannya dengan dalam.

Bocah itu menoleh ke belakang saat merdengar suara memanggilnya dari kejauhan.

"Sepertinya aku harus pergi tapi sekali lagi saya mengucapkan banyak terimakasih karena telah mengobati luka saya!" Ucap bocah itu dengan bahasa lebih sopan.

Fang YinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang