Melihat fang yin sudah bisa berdiri dan berjalan keluar gua membuat pangeran zhao senang dan lega, sudah enam minggu ini fang yin hanya bisa berbaring karena otot tubuhnya terasa sakit, ramuan yang diberikan fang yin membuat stamina fang yin semakin membaik, pangeran zhao menjadi penasaran dengan ilmu pengobatan yang di dapat oleh fang yin, guru fang yin pasti maha guru yang ahli dalam pengobatan pikir pangeran zhao.
"Aku ingin membersihkan badanku"
"Sudah berhari hari aku tidak membersihkan diri, rasanya tubuhku sangat tidak nyaman," keluh fang yin pagi itu saat pangeran zhao pulang dari mencari kayu.
Selama tinggal di gua, keduanya tidak pernah membicarakan mengenai istana seolah keduanya menghindari percakapan itu, hal ini membuat pangeran zhao senang dan lega karena ia memang ingin tinggal diluar istana bersama fang yin, ia ingin memiliki fang yin untuk dirinya sendiri.
"Baiklah, aku akan mengantarkanmu"
Setelah memberikan tongkat buatannya, pangeran zhao mengikuti fang yin yang berjalan mendahuluinya.
Meskipun terlihat capek karena berjalan jauh untuk pertama kalinya setelah masa pemulihannya, fang yin tidak ingin mengeluh, ia ingin mandiri karena tidak ingin merepotkan orang lain.
"Apa kamu bisa melepas bajumu?"
Wajah fang yin merona saat menjawab " bisa".
Setelah pangeran zhao pergi, fang yin duduk di sebuah batu dan meletakkan tongkatnya di pinggir batu yang ia duduki.
Dengan pelan pelan fang yin melepaskan bajunya, setelah menaruh baju di atas batu, fang yin mulai turun ke sungai.
"Rasanya begitu segar merasakan mandi lagi setelah berhari hari badanku tidak menyentuh air," ujar fang yin dengan senang dan lega.
Dengan langkah pincang, fang yin menepi menuju tempat ia menaruh bajunya.
Dengan susah payah fang yin menggenakan hanfunya yang sudah kotor dan kusam.
Namun saat mengambil hanfu terakhirnya, fang yin terpeleset hingga tubuhnya terjungkal ke belakang, sepasang lengan dengan cepat menangkap tubuhnya sebelum kepalanya membentur bebatuan.
"Pangeran zhao....."
Tanpa berkata kata pangeran zhao membantu fang yin menggenakan hanfunya.
Setelah selesai pangeran zhao membungkuk lalu membopong fang yin.
"Aku bisa berjalan sendiri!" protes fang yin sambil melototi pangeran zhao yang mengabaikan keberatannya.
"Aku hanya ingin kau menghemat tenagamu, jangan sampai sakit lagi!"
"Aku hanya tidak ingin tergantung denganmu!" bisik fang yin yang akhirnya pasrah dan melingkarkan lengannya ke leher pangeran zhao.
"Tubuh pangeran zhao terasa keras dan kekar, apa karena dua bulan ini hidup di luar istana membuat tubuhnya menjadi seperti ini, rambutnya juga bertambah panjang," ucap fang yin di dalam hati.
Merasa di perhatikan, pangeran zhao menoleh dan pandangannya bertemu dengan fang yin.
Dada fang yin merasakan debaran menyenangkan saat pangeran zhao menatapnya, sinar mata pangeran zhao terasa menyentuh di hatinya yang paling dalam.
Dengan wajah merona fang yin mengalihkan pandangannya sambil berusaha membuang perasaan yang baru saja menyelinap ke lubuk hatinya.
Setelah keduanya menghabiskan ikan bakar, pangeran zhao menyibakkan selimut dari kulit rusa untuk tempat fang yin tidur, sedangkan dirinya hanya tidur beralaskan dedaunan kering yang ia kumpulkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fang Yin
De Todocerita ini hanya khayalanku saja, cerita dewasa, banyak adegannya, jika banyak typo salah nama tolong di maafkan.
