Tujuh bulan kemudian
"Aku dengar di desa sebelah akan ada perayaan pesta lampion, kamu mau kesana?" tanya Tianzhi yang sedang duduk duduk sambil memperhatikan Jiang Yin menyeduh teh.
"Apa paman juga ikut?!" tanya Fang Yin yang tampak bersemangat.
"Aku akan ikut, jiang yin kamu ikut?!!" tanya tianzhi menawari Jiang Yin.
"Kalau boleh ikut?!"
Fang Yin tersenyum.
"Tentu saja boleh kak, kak Jiang Yin kan penyelamat hidupku"
"Jika kak Jiang Yin tidak menyelamatkanku saat aku di gigit ular sebulan yang lalu, aku pasti sudah mati!" kata Fang Yin yang selalu mengingat peristiwa yang hampir merenggut nyawanya.
Jiang Yin tidak merespon, ia kemudian berdiri dan pergi ke dapur.
"Ada apa dengan kak Jiang, paman?!" tanya Fang Yin dengan heran.
Tianzhi tidak menjawab.
Flashback
"Kak ayo kita pulang, ini sudah mau gelap!" sahut Fang Yin memberitahu Jiang Yin yang sedang berlatih bela diri dengan menggunakan ranting sebagai pedangnya.
"Baiklah, tunggu aku!"
Fang Yin melihat ada setangkai bunga yang indah di depannya, ia segera berlari mendekat hingga tidak melihat sesuatu yang di depannya.
"Aaahhhhh!!!" pekik Fang Yin yang tubuhnya terhuyung setelah seekor ular cobra mematuk kakinya.
Ular itu langsung pergi setelah Fang Yin terjatuh ke tanah, Jiang Yin berlari mendekat.
Dengan cepat Jiang Ying mengambil pisaunya lalu mengiris jari tangannya hingga beberapa tetes darah menetes ke tanah.
Tangan Jiang Yin membuka mulut Fang Yin lalu meneteskan beberapa tetes darahnya ke mulut Fang Yin yang sudah tidak sadar.
Satu menit kemudian Fang Yin terbatuk batuk lalu muntah darah hitam.
"Apa yang kau rasakan Fang?" tanya Jiang sambil menatapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fang Yin
Diversoscerita ini hanya khayalanku saja, cerita dewasa, banyak adegannya, jika banyak typo salah nama tolong di maafkan.
