Fang yin hanya terdiam sambil mengikuti kaisar yang berjalan di sampingnya, udara malam terasa lebih dingin daripada biasanya.
"Jadi namamu fang yin?!"
"Iya yang mulia" jawab fang yin dengan gugup.
"Aku ingin mengenalmu lebih dalam sebelum menjadikanmu sebagai wanitaku," kata kaisar seraya menoleh ke fang yin.
Fang yin meremas jemari tangannya, ia hanya ingin menjadi istri pangeran zhao.
"Saya sudah mempunyai kekasih yang mulia, maafkan saya!" ucap fang yin sambil menundukkan wajahnya, tubuhnya bergetar ketakutan, ia lebih baik berterus terang daripada kaisar berharap lebih kepadanya.
Kaisar Li Shing menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya hingga menghadap fang yin.
"Siapa kekasihmu itu?"
Fang yin hanya terdiam, ia tidak berani mengatakan yang sebenarnya, ia kuatir kaisar akan menghukum pangeran zhao.
Kaisar mendekat hingga jarak keduanya begitu dekat.
"Katakan saja fang yin, aku berjanji tidak akan menghukum kekasihmu," janji kaisar.
"Maaf saya tidak bisa....."
Kaisar mengangkat tangannya lalu menyentuh dagu fang yin untuk menengadahkan wajahnya.
"Matamu begitu indah fang, mengapa baru sekarang kita bertemu, siapakah yang membawamu ke istana?!"
"Paman tianzhi yang membawa saya yang mulia!" jawab fang yin dengan gugup karena kaisar terus memandanginya.
"Jadi tianzhi pamanmu?!!"
Kaisar melepaskan tangannya namun tidak beranjak pergi.
"Paman tianzhi adalah paman angkat saya," jawab fang yin dengan jujur.
Kaisar diam.
"Aku akan mengizinkanmu untuk menjalin hubungan dengan kekasihmu, karena aku tidak bisa memaksakan keinginanku kepadamu," kata kaisar Li Shing yang berjalan menjauh.
Fang yin terkejut dengan pernyataan kaisarnya, yang ia tahu jika kaisar menginginkan sesuatu, ia pasti akan mendapatkannya.
"Aku bersungguh sungguh dengan perkataanku, sekarang kembalilah ke tempatmu, ini sudah malam," perintah kaisar.
Setelah memberi hormat dengan menundukkan tubuhnya, fang yinpun pergi.
Seorang pengawal muncul di kegelapan.
"Awasi gadis itu, aku ingin tahu pemuda mana yang menarik hatinya!" perintah kaisar.
"Baik yang mulia!"
Setelah prajurit itu pergi, kaisar tersenyum.
"Aku memang mengizinkan kamu meneruskan hubunganmu dengan kekasihmu, tapi aku tidak pernah bilang akan melepaskanmu," ucap kaisar dengan dingin.
- ooOoo -
Meilin tersenyum saat melihat pangeran zhao yang berjalan menuju ke arahnya.
"Pangeran zhao...." sapa putri meilin dengan pipi merona.
Zhao tersenyum sambil menghentikan langkahnya.
Para dayang dayang yang mengikuti keduanya tersenyum sendiri melihat keduanya saling sapa.
"Bagaimana kabarmu?" tanya zhao sambil memperhatikan meilin yang hari ini menggenakan gaun merah menyala.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fang Yin
Randomcerita ini hanya khayalanku saja, cerita dewasa, banyak adegannya, jika banyak typo salah nama tolong di maafkan.
