Chapter 32

4.2K 178 12
                                    

"Lihat aku bisa kan!!" teriak fang yin sambil menunjukkan ikan yang menggelepar di ujung tombaknya.

Pangeran zhao mendekat sambil tertawa.

"Bagaimana bisa kau dengan mudah memancing ikan?!

"Kak Jiang yin yang mengajariku!"

"Sini aku bersihkan dulu kotorannya!" kata pangeran zhao sambil mengambil tombak di tangan fang yin.

Saat pangeran zhao membuka perut ikannya, tiba tiba fang yin merasa mual, perutnya terasa seperti di aduk aduk.

Fang yin berlari menjauh lalu muntah di tepi sungai, namun yang keluar hanya sedikit cairan.

"Kau sakit hou er?" tanya zhao dengan cemas.

Mencium bau perut ikan di tangan zhao, fang yin kembali muntah muntah.

"Pergilah!! Aku tidak tahan dengan bau tanganmu!!!" usir fang yin sambil mendorong dada zhao.

Akhirnya zhao melangkah pergi untuk membersihkan tangannya.

"Nih ikanmu!" kata pangeran zhao setelah membakar ikannya.

"Aku tidak bisa makan ikan lagi, rasanya mual"

"Kamu belum makan seharian, aku akan mencarikan buah untukmu!"

Setelah zhao pergi, fang yin terdiam.

"Biasanya aku tidak pernah merasa mual jika makan ikan"

"Apa aku sedang sakit?!" batin fang yin dengan lesu.

Tiba tiba fang yin tersentak saat menyadari sesuatu. Dirinya belum datang bulan semenjak sebulan yang lalu, dan ia tidak pernah terlambat datang bulan selama ini. Dan sejak tinggal dengan zhao tiga bulan yang lalu, hampir setiap malam dirinya dan zhao selalu bercinta, meskipun awalnya ia menolak karena sadar kalau zhao adalah anak dari kaisar li Shing namun hatinya tidak bisa menolak rayuan zhao yang begitu membangkitkan gairahnya.

Tanpa sadar telapak tangan fang yin turun membelai perutnya yang datar.

"Ya Dewa! aku sedang mengandung anak zhao, apa yang harus ku lakukan, apa ini sudah memang kehendak langit?!" ucap fang yin di dalam hatinya.

- ooOoo -

Pangeran zhao memperhatikan fang yin yang sedang mencari beberapa tumbuhan untuk membuat ramuan obat obatan dari kejauhan. Tanpa sadar pangeran zhao tersenyum sendiri karena hatinya merasa bahagia telah memiliki fang yin untuk dirinya sendiri.

Namun entah mengapa selama beberapa hari ini fang yin terlihat melamun meskipun saat malam bersamanya selalu agresif dan sama bergairah seperti dirinya.

"Apa mungkin hou er mulai bosan hidup di gua? Aku akan mencoba membujuknya agar bersedia menikah denganku, aku bisa membuatkan rumah untuknya," batin pangeran zhao yang kemudian pergi untuk mencari kayu.

Perlahan fang yin menaruh keranjang yang di pikul di punggungnya, peluh menetes membasahi leher dan punggungnya karena panas menerpa tubuhnya dari beberapa jam yang lalu.

Dengan pelan fang yin memijat betisnya yang kecapean.

"Ramuan yang ku buat ini akan bisa menguatkan kandunganku"

Fang yin terdiam selama beberapa saat.

"Seharusnya aku mengatakan kehamilanku ini ke pangeran zhao, dia juga berhak tahu kalau aku sedang mengandung anaknya"

Fang yin tersenyum sendiri sambil menyentuh perutnya.

Akhirnya fang yin berdiri sambil mengambil keranjangnya yang berisi berbagai tumbuh tumbuhan.

Sinar matahari yang begitu terik membuat fang yin merasakan pusing, namun fang yin mencoba bertahan karena sebentar lagi dirinya akan sampai gua dan memberitahukan mengenai kehamilannya ke pangeran zhao, fang yin penasaran bagaimana reaksi dengan pangeran zhao mendengar berita ini, apakah senang dan menerimanya atau pergi meninggalkannya. Fang yin menggelengkan kepalanya, pangeran zhao yang mencintainya pasti akan menerima janin yang di kandungnya.

Tiba tiba terdengar suara kuda berderap dari kejauhan, fang yin berusaha melihat kerumunan kuda itu namun sinar matahari yang terik membuat pandangannya berputar putar hingga akhirnya ia terjatuh.

Seseorang menangkap tubuhnya dengan cepat sebelum tubuhnya membentur tanah.

"Lee.....?" bisik fang yin yang kemudian jatuh pingsan.

- ooOoo -

Perlahan fang yin membuka kedua matanya, sesaat ia tidak mengenali dimana dirinya berada lalu ia melihat lee yang berdiri memunggunginya sambil berbicara dengan seseorang dengan pelan hingga fang yin hanya bisa mendengar beberapa kata.

"Rahasiakan semua ini jika tidak, aku terpaksa membunuhmu!"

"Lee....."

Lee terkejut lalu menyelipkan sekantong uang ke tabib yang berdiri di depannya, dengan tergesa dan ketakutan tabib itu keluar dari tenda.

"Apa kau baik baik saja?" tanya lee sambil duduk bersimpuh karena tempat tidur yang di tempati fang yin cukup pendek.

"Kepalaku masih agak pusing, ini di mana?" tanya fang yin sambil memperhatikan sekitarnya.

"Ini di tendaku, kami sudah mencarimu selama beberapa bulan dan kau sudah pingsan selama tiga hari"

Fang yin terdiam, entahlah mengapa ia merasa asing jika jauh dari pangeran zhao.

Tiba tiba terdengar keributan dari luar.

Lee segera berdiri.

"Beristirahatlah! Aku akan keluar sebentar!"

Karena perasaan fang yin tidak enak, akhirnya ia pun berdiri dan berjalan keluar dari tenda.

T

erimakasih vote & follownya😁

Fang YinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang