Sudah cukup lama putri ling ling dan fang yin menunggu kedatangan pangeran hyun syik namun yang di tunggu belum juga datang. Keduanya berdiri tidak jauh dari sungai yang ada di luar istana namun tidak jauh lokasinya dari istana. Keduanya memakai kereta sendiri sendiri.
"Apa pangeran hyun syik membatalkan pertemuan kami secara mendadak?"
Fang yin yang pikirannya kalut, tidak mendengarkan ucapan putri ling ling barusan.
"Selir fang yin!!"
Fang yin tersentak lalu menoleh ke putri ling ling.
"Ada apa putri ling ling?"
"Aku sudah memanggilmu sebanyak empat kali tapi kau seperti melamun"
"Apakah kau ada masalah selir fang yin?"
"Bukan apa apa, maaf jika sikap saya membuat putri ling ling tidak nyaman," jawab fang yin dengan pelan.
Putri ling ling menghela nafas panjang, ia sendiri juga memiliki masalah besar yaitu ibunya akan menjodohkan dirinya dengan lelaki tua kaya yang masih saudara dengan salah satu menteri ayahnya. Ibunya bermaksud mengikat hubungan dengan pedagang kaya raya itu dengan mengorbankan putrinya.
"Pergilah selir fang yin, aku akan menunggunya di sini!"
"Tapi hal ini tidak pantas putri ling ling!"
"Tidak ada yang melihat, di sini cukup gelap, aku hanya menunggu sebentar, pergilah selir fang yin!" perintah putri ling ling.
"Baiklah, saya pergi dulu putri"
Setelah fang yin tidak nampak, putri ling ling melangkah menuju sebuah pohon yang besar.
Putri ling ling langsung waspada saat mendengar langkah yang mendekat.
"Selir fang yin, apakah itu kau?"
"Aku....."
"Apakah kau ada masalah selir fang yin?" tanya pangeran hyun syik yang sudah dekat, pangeran hyun syik tidak dapat melihat dengan jelas wajah fang yin karena begitu gelap namun ia bisa melihat hanfu indah yang dulu pernah di kenakan fang yin di pesta, pangeran hyun syik akan selalu mengingat pesta itu karena malam itu selir fang yin begitu cantik bahkan kecantikannya tidak bisa ia ungkapkan.
"Aku sangat mengkuatirkanmu saat kau memintaku menemuimu di sini, bisa saja laki laki lain menemukanmu di sini!" kata pangeran hyun syik dengan cemas.
"Mengapa pangeran hyun syik sangat mengkuatirkan selir fang yin? Apa mungkin dia menyukai selir fang yin?!" ucap putri ling ling di dalam hati.
Putri ling ling terbatuk batuk membuat pangeran hyun syik mendekat hingga keduanya hampir tidak berjarak.
"Apa kau kedinginan? Sebaiknya aku akan mengantarkanmu kembali ke istana!"
Putri ling ling segera menggapai lengan pangeran hyun syik.
"Apakah kau bersedia memelukku, pangeran hyun syik?"
"Suaramu tampak berbeda selir fang yin, apa kau sakit?"
"Tenggorokan ku agak sakit....."
Perlahan tangan pangeran hyun syik terangkat lalu membelai pipi putri ling ling.
"Seandainya aku bisa menatapmu dalam terang, aku akan bisa melihat kecantikanmu yang mampu menggerakkan hatiku"
"Ya fang yin, sejak pertama melihatmu, aku telah jatuh cinta denganmu"
"Meskipun perasaan ini terlarang tapi aku tidak bisa membuangmu dari hati dan pikiranku," ucap pangeran hyun syik dengan jujur.
"Bisakah kau memelukku?" tanya putri ling ling dengan suara gemetar, merasa sedih hati pangeran hyun syik telah menjadi milik selir fang yin.
Dengan pelan pangeran hyun syik memeluk putri ling ling.
"Aku tidak pernah bermimpi akan memelukmu seperti ini, karena kau milik kaisar," bisik pangeran hyun syik seraya mengeratkan pelukannya.
Harum wangi tubuh putri ling ling membuat pangeran hyun syik terbakar oleh hasrat, perlahan pangeran hyun syik melonggarkan pelukannya.
"Aku sangat menginginkanmu fang yin.....maafkan aku......"
Wajah pangeran hyun syik menunduk lalu mencium bibir putri ling ling.
Pangeran hyun syik terkejut tapi merasa senang saat putri ling ling membalas ciumannya, keduanya saling berpagutan dan mendesah.
Jemari tangan pangeran hyun syik dengan sedikit gemetar melepaskan hanfu putri ling ling hingga putri ling ling tidak menggenakan apapun.
Dengan penuh nafsu, pangeran hyun syik menekan tubuh putri ling ling hingga punggungnya menyandar di pohon, ia lalu melepaskan ciumannya lalu meremas payudara putri ling ling dengan lembut.
Tubuh putri ling ling gemetaran merasakan sentuhan dari jari dan mulut pangeran hyun syik yang begitu lihai menggodanya.
Pekikan putri ling ling teredam oleh ciuman pangeran hyun syik.
Terdengar suara baju yang jatuh ke tanah, dada putri ling ling berdebar mengetahui dirinya akan kehilangan kesuciannya di alam terbuka.
Ciuman pangeran hyun syik mengalihkan ketakutan putri ling ling, di saat ia membalas ciumannya, putri ling ling merasakan sesuatu yang besar mulai masuk ke miliknya.
Rasa sakit yang di alaminya ia tahan dengan memejamkan matanya dan berusaha tidak mengeluarkan suara, ia takut pangeran hyun syik akan mengetahui dirinya bukan selir fang yin.
"Kau sempit sekali seperti masih perawan....."
Putri ling ling segera mencium bibir pangeran hyun syik sambil melingkarkan kedua tangannya ke leher pangeran hyun syik.
Suara penestrasi dan erangan dari mulut pangeran hyun syik mengiringi percintaan keduanya.
Hingga akhirnya keduanya mencapai klimaks dalam waktu hampir bersamaan.
"Pergilah pangeran hyun syik, aku harus menggenakan pakaianku!"
"Apa kau menyesal fang yin?"
Putri ling ling menahan airmatanya yang akan jatuh, jemari tangannya terangkat lalu membelai pipi pangeran hyun syik, mungkin kenangan indah ini akan ia simpan untuk seumur hidupnya.
"Ini sangat indah......"
Pangeran hyun syik tersenyum lalu mengambil hanfu putri ling ling yang berserakan di tanah.
"Pergilah pangeran hyun syik......"
"Baiklah, tapi besok aku akan menemuimu......"
Setelah pangeran hyun syik pergi, putri ling ling dengan menahan rasa sakit di hati dan tubuhnya memakai hanfunya kembali.
Di perjalanan menuju istana, putri ling ling menangis, bersedih mengapa pangeran hyun syik tidak mencintainya.
Apakah pangeran hyun syik akan tahu dengan siapa ia bercinta?
Terimakasih vote & follownya
KAMU SEDANG MEMBACA
Fang Yin
De Todocerita ini hanya khayalanku saja, cerita dewasa, banyak adegannya, jika banyak typo salah nama tolong di maafkan.
