25+++
Selir xiu tersenyum saat dayang
dayangnya baru saja menyelesaikan riasan rambutnya, tusuk konde dari batu giok menghiasi rambutnya dengan indah, malam ini ia akan menyambut kedatangan kaisar Li Shing seperti janji kaisar beberapa hari yang lalu.
Selain menginginkan posisi permaisuri, selir xiu juga jatuh cinta dengan kaisar li Shing namun ia hanya memendamnya saja, malam ini selir xiu berniat ingin mengutarakan rasa cintanya dan memberikan kabar gembira bahwa dirinya telah mengandung satu bulan, kehamilannya merupakan anugerah yang tinggi karena ia sudah menjadi selir kaisar selama lima tahun namun baru kali ini ia mengandung.
"Mengapa yang mulia belum datang? Ini sudah larut malam, apa yang mulia sedang ada pertemuan??" ucap selir xiu setelah menunggu beberapa jam yang di temani oleh dayangnya.
"Baru saja pelayan melaporkan kalau yang mulia sudah berangkat menuju kediaman nyonya!" jawab dayang Shing Er memberitahu selir xiu.
"Tapi mengapa belum tiba? Mungkinkah yang mulia berjalan jalan dulu sebelum datang kesini?!" ucap selir xiu menebak nebak sendiri.
"Sebaiknya aku keluar, ingin mencari keberadaan yang mulia!" kata selir xiu kemudian.
"Tapi nyonya! Udara begitu dingin di luar, tidak baik bagi kandungan nyonya!"sela dayang Shing Er dengan cemas.
"Aku harus mencari yang mulia Shing Er karena malam ini aku harus bersama dengan yang mulia!" sahut selir xiu yang telah keluar dari kamarnya, dayang Shing Er segera menyusul selir xiu.
Sedangkan di tempat yang lain.
Dengan sedikit kesal kaisar Li Shing terpaksa duduk di singgasananya, saat di perjalanan menuju kediaman selir xiu, pangeran Shing quon menghadangnya dan memohon kepadanya waktu beberapa menit untuk menunjukkan tarian seseorang yang sangat indah.
"Aku hanya akan memberikan beberapa menit saja melihat tarian ini, setelah itu, aku akan ke kediaman selir xiu untuk menemaninya malam ini!" kata kaisar li Shing di benaknya.
Suara alat musik guzheng mengalun dengan indahnya, tidak lama kemudian muncul seorang penari dengan gaun merah yang sangat indah.
"Fang er......"
Dengan gemulai fang yin menari mengikuti suara guzheng yang menceritakan mengenai burung yang indah beterbangan di musim semi.
Dengan perlahan suara guzheng berhenti namun gerakan fang yin tidak berhenti, ia melanjutkan tariannya tanpa musik, tariannya menceritakan seorang gadis yang sedang jatuh cinta pada seseorang, ia rela memberikan nyawa dan jiwanya demi menginginkan cinta laki laki itu.
Saat mengakhiri tariannya, fang yin bersimpuh di lantai sambil menunjukkan kepalanya, butiran airmata mengalir membasahi pipinya.
"Apakah tarian terakhir di tujukan untukku?!" tanya kaisar li Shing yang sudah berdiri di depan fang yin.
Fang yin pun mendongak begitu mendengar suara kaisar li Shing.
Li Shing terkejut saat melihat kedua pipi fang yin basah oleh airmata.
Dengan lembut kaisar li Shing menggapai kedua lengan fang yin lalu membantunya berdiri.
"Fang er! Apakah kau merindukan aku?!" tanya li Shing dengan pelan sambil menatap fang yin yang menghapus airmatanya.
"Iya yang mulia, maafkan saya....."
"Oh fang er! Aku juga sangat merindukanmu, tapi aku merasa bersalah karena tidak bisa melindungi anak kita!"
"Yang mulia tidak bersalah, setiap malam, saya sangat merindukan yang mulia" ucap fang yin dengan menundukkan kepalanya.
Jari kaisar li Shing menyentuh dagu fang yin lalu mendongakkannya hingga pandangan keduanya bertemu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fang Yin
Randomcerita ini hanya khayalanku saja, cerita dewasa, banyak adegannya, jika banyak typo salah nama tolong di maafkan.
