"i love you!".
.........
"i hate you!".
************
•--------------------------------------------------------•
ana melihat ke arah lemari baju nya, lalu membukanya secara perlahan untuk menemukan baju yang ingin ia pakai sekarang. dia bingung, hari ini dia harus memakai baju apa? dia ingin terlihat cantik di depan lion. meskipun mungkin lion tidak akan peduli dengan pakaian yang di kenakan oleh ana.
"apasih sha! lion ga mungkin ngeliat penampilan Lo juga! pake baju biasa aja deh". ana berbicara sendiri dengan menatap tubuhnya pada pantulan cermin di depannya.
hari ini dia akan menggunakan pakaian simple, yaitu celana jeans hitam di padukan dengan kemeja berwarna putih. sangat terlihat cantik saat menempel pada tubuh ana.
"nah gini aja deh". ucap nya dengan tubuh nya yang di putar ke kanan kiri mencoba melihat penampilan nya.
"lion masih dimana ya? apa jangan-jangan dia gamau jemput gue?". ucap ana dengan pikiran yang berkecamuk kemana-mana.
lamunan nya buyar saat seseorang mengetuk pintu kamar nya beberapa kali.
tokk!! tokk! tok!!
ana berjalan ke arah pintu dengan langkah pelan, lalu membuka nya. terlihat di sana seorang wanita paruh baya berdiri di depan pintu dengan kemoceng yang berada pada genggamannya.
"non, den lion sudah di bawah". ucap bi Marni dengan gerakan kepala menunjuk ke arah lantai bawah dimana lion berada.
"makasih ya bi! aku pergi dulu". ucap ana lalu memeluk singkat tubuh bi Marni.
saat ia telah sampai di bawah, terlihat lion tengah menduduki salah satu kursi single di rumah nya. entah kebetulan atau apa, baju yang mereka kenakan nyaris sama. bahkan mungkin orang lain akan mengira jika mereka memakai baju couple.
"haii!!". ucap ana lalu mendekat ke arah lion yang masih duduk di sana.
lion menatap ana dengan tatapan datar nya, lalu berjalan terlebih dahulu untuk keluar dari rumah. gapapa udah biasa batin ana.
"ihh baju kita sama loh!". ucap ana dengan melirik baju mereka secara bersamaan.
"najis!". ucap lion lalu berlalu begitu saja memasuki mobilnya.
"kamu udah makan belum? makan dulu yuu!! aku laper nihh". ucap ana dengan memanyunkan bibirnya beberapa senti, memang benar adanya, jika ia sedari pagi belum sempat memakan apapun karena tidak nafsu makan. tapi saat sudah melihat wajah lion, ia jadi lapar. wkwk apa urusannya ya😭
lion bahkan tidak menggubris perkataan gadis di sampingnya, ia hanya sibuk melihat ke depan. dengan tangan yang terus memutar setir mobil dengan lihai.
"maafin aku ya..", ucap ana dengan pandangan menatap mobil yang berlalu lalang.
sekarang ia harus melalukan apa lagi agar lelaki di sampingnya bisa memaafkan dirinya? bahkan tidak ada tanda-tanda lelaki itu mau memaafkannya. ah ana ingin berharap apa memang?
•---------------------------------------------------------•
"sayang nya mommy!". Renata berlari ke arah ana dengan lengan yang terbuka lebar.
"ummm.. kangen banget!". ucap Renata dengan mengelus punggung ana dengan lembut, padahal mereka tidak bertemu hanya 2 hari saja.
"haha iyaa.. ana juga kangen mommy". ucap ana tidak kalah erat memeluk tubuh Renata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lotus {on going}
Roman pour AdolescentsMURNI HASIL KARYA SENDIRI! jangan promosi cerita lain di lapak ini! ........ Ashana Arawinda Teratai seorang gadis cantik yang berusaha mengejar cinta nya yang hilang karena suatu kesalah pahaman saat masa kecil nya yang kelam. Adelion...
