chapter 51

51 4 0
                                        

¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢¢

"Gue bener-bener ga nyangka sama semua ini Sha, jadi cowo yang ada di balik foto sama Vina itu Rega?". Dara mengusap wajah nya dengan kasar, masih tidak percaya dengan semuanya yang terjadi.

Ana menganggukan kepalanya pelan, dirinya juga sebenernya tidak percaya dengan semua ini, namun semuanya sudah tersebar luas di Mading sekolah, terlihat jelas wajah lelaki yang sedang bersama Vina di dalam sebuah ruangan yang di yakini adalah kamar hotel.

Ana serta Dara juga tidak mengetahui siapa yang sudah menyebar foto Vina dengan Rega yang sekarang, kedunya masih tidak percaya dengan semuanya.

Selama ini, rumor mengatakan jika lelaki dari foto tersebut berasal dari sekolah sebelah, namun ternyata salah, lelaki itu adalah Rega, murid sekolah nya sendiri, selama ini Rega sengaja membuat rumor bahwa lelaki yang bersama Vina dari sekolah sebelah, namun ternyata itu adalah dirinya.

"Gue mau ketemu sama Vina dar, gimana ya caranya?". Ucap Ana dengan menatap kedepan dengan tatapan bingung nya.

Dara mengedikan bahu nya, tanda bahwa ia juga tidak tau harus berbuat apa.

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

"Lo gimana sih?! kenapa semuanya bisa berantakan gini?!". Ucap seorang wanita dengan nafas tersengal, wajah nya terlihat memerah, sepetinya sekarang wanita itu tengah sangat emosi.

"Gue juga gatau anjing! dia tiba-tiba Dateng ke rumah gue, terus bilang kalo dia mau ngebatalin semuanya, bahkan dia rela kalo gue ngelakuin apapun itu sama dia, karena dia cinta sama cwe itu". Ucap pria itu dengan mengusap rambutnya kasar.

Wanita itu mengepalkan tangannya erat, kuku nya memutih seketika, dengan mata yang memancar penuh kebencian.

"Lo yang harus turun tangan! jangan andelin orang lain lagi!". Ucap Wanita itu dengan tegas, lalu pergi meninggalkan pria itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hening, itulah yang mereka rasakan saat ini, tidak ada yang berani memulai pembicaraan, semuanya terdiam kaku, mencoba mencerna semuanya, apa semua ini benar-benar terjadi?

"Udah berapa hari dia ga kesini?". Ucap Lion menatap satu persatu pria di sana.

Radit menegakkan tubuhnya, lalu menghela nafas pelan, "Udah ada satu Minggu lebih dia ga Dateng kesini, setiap di suruh kesini pasti alesannya ga di izinin sama ortunya".

"Gue masih ga percaya sih". Egi menggelengkan kepalanya beberapa kali.

"Semuanya juga udah ada bukti, bahkan gue udah tau dari hari sebelumnya, gue kira itu cuma hoax doang, ternyata bener". Ucap Lion dengan menatap kedepan dengan tatapan yang sulit di artikan, bingung dengan semuanya, kenapa sahabat nya menjadi seperti ini?

Lotus {on going}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang