chapter 52

49 2 0
                                        

••••••••••••••••••••••••••••••••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

••••••••••••••••••••••••••••••••

Ana termenung saat mendengar cerita dari Renata, jadi belakangan ini sikap Lion yang berubah baik padanya karena sudah mendapat kan bukti cctv kejadian dulu.

"Makasih ya mom, aku berterimakasih banget sama mommy, karena mommy Lion jadi ga benci aku lagi". Ucap Ana dengan menatap wajah Renata dengan tersenyum lebar.

Renata terkekeh pelan, lalu mengusap kepalanya pelan, "Iya sayang, kamu ini kaya sama siapa aja, kan itu udah tugas mommy bikin hubungan kalian jadi membaik lagi". Ucap Renata.

Ana menganggukan kepalanya beberapa kali,
"Kalo aku sekarang bangunin Lion, boleh kan mom?". Tanya Ana.

"Boleh dong sayang, lagian ini juga udah sore, dia ga keluar kamar dari tadi".

Ana berjalan menaiki sebuah lift yang langsung terhubung dengan lantai 2, dirinya malas jika harus menaiki anak tangga yang panjang itu.

Hingga langkah nya berhenti pada sebuah pintu di depannya, tangannya bergerak untuk mengetuk pintu tersebut.

Namun tidak ada sautan dari dalam sana, dengan pelan Ana mencoba membuka pintu itu, dan ternyata tidak di kunci dari dalam.

"Lion?".

Ana memasuki kamar Lion dengan langkah pelan, bau tubuh Lion seketika langsung tercium di indera penciuman nya.

Hingga matanya melihat seorang pria tengah berdiri di depan balkon kamar, dengan menyesap sebatang rokok.

"Kamu udah bangun?".

Lion tersentak saat mendengar suara seorang gadis di belakang nya, lalu kepalanya menoleh kebelakang saat dirinya melihat keberadaan Ana.

Lion mematikan rokok miliknya dengan cepat, lalu menaruhnya di atas asbak rokok miliknya.

"Kenapa?".

"Nggak, aku cuma mau bangunin kamu". Ucap Ana dengan tersenyum tipis.

Hingga keheningan menyelimuti mereka, tidak ada yang memulai pembicaraan dalam keheningan tersebut.

"Gue minta maaf".

Ana menoleh saat mendengar ucapan itu, menatap pria di samping nya dengan tatapan bertanya.

"Gue selama ini salah sangka sama Lo, maafin gue Ra, Lo berhak benci sama gue". Ucap Lion dengan menatap manik mata Ana.

Ana menggelengkan kepalanya beberapa kali,
"Aku gaakan bisa benci kamu Lion, aku seneng karena kesalahpahaman ini akhirnya terungkap".

Lotus {on going}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang