MURNI HASIL KARYA SENDIRI!
jangan promosi cerita lain di lapak ini!
........
Ashana Arawinda Teratai
seorang gadis cantik yang berusaha mengejar cinta nya yang hilang karena suatu kesalah pahaman saat masa kecil nya yang kelam.
Adelion...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
************
Pagi ini terasa begitu panas, padahal waktu baru saja menunjukan pukul 06.45 pagi, namun sepertinya pagi ini matahari muncul lebih awal dari biasanya, bahkan bisa di lihat kilatan cahaya di atas langit itu tanpa malu memperlihatkan seluruh bagian tubuhnya.
"Woah gila panas banget". Ucap Seorang gadis yang kini tengah berdiri di tengah-tengah parkiran, tepatnya di samping mobil miliknya.
Dara kini tengah menunggu temannya, yang tak lain dan tak bukan adalah Ana, temannya itu sedari tadi belum menampakan batang hidungnya sama sekali.
"Lama amat tuh bocah! panas anjir, gakuat gue". Ucap Dara dengan mengibaskan tangannya pada permukaan kulit wajahnya.
Meskipun bisa di bilang sinar matahari di pagi hari itu menyehatkan tubuh, namun jika terlalu lama, terasa begitu membakar pada tubuh, apalagi Dara menggunakan dua baju sekaligus, baju seragam serta baju olahraga, dirinya sengaja menggunakan kedua baju itu secara bersamaan, karena pada jam pertama kelas nya kebagian mapel olahraga, salah sekolah nya juga, kenapa tidak mengijinkan muridnya untuk memakai baju olahraga Dari rumah? kalo begini kan jadi ribet.
Sudah selesai mendengar ocehan Dara? mari kita lihat dimana keberadaan Ana sekarang? padahal jam sudah menunjukan pukul 6.55, lima menit lagi bel masuk akan berbunyi, namun gadis itu belum menampakan batang hidung nya sama sekali.
Sangking kesalnya, Dara tidak peduli jika Ana nantinya akan marah padanya karena dirinya meninggalkan Ana Untuk pergi ke kelas terlebih dahulu, oh ayolah, pagi ini benar-benar panas.
Langkah gontai Dara berjalan memasuki koridor sekolahnya, namun saat di depan, langkah nya harus terhenti saat kedua pria berhenti di depannya.
"Ngapain sih?!". Ucap Dara dengan sedikit membentak.
"Weiss, santai mbak".
"Ngapain kalian halangin jalan gue?! awas".
"Tenang dulu dong, kita cuma mau nyari Ana".
Dara mengerutkan dahi nya bingung, mau apa sebenarnya kedua pria ini mencari sahabat nya?
"Mau ngapain Lo berdua?". Ucap Dara dengan mata memicing.
Egi mendengus sebal, "Kepo Lo!".
"Heh! gue temennya, jelas harus tau lah". Ujar Dara tak mau kalah.
"Ya tapi kan ga sem- mftttt!".
Ucapan Egi terhenti saat Radit secara tiba-tiba menutup mulut Egi dengan telapak tangan Radit yang sudah terbaluti oleh sarung tangan plastik, entah darimana pria itu mendapat kan benda itu.