chapter 53

51 2 0
                                        

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Kini terlihat seorang gadis dengan balutan seragam sekolah nya tengah bersembunyi di balik sebuah tembok menjulang tinggi, gadis itu sedang menatap seseorang di sebrang sana.

Beberapa menit yang lalu, Ana memang sengaja saat pulang sekolah ingin mampir terlebih dahulu ke minimarket terdekat untuk membeli beberapa cemilan di rumah nya, namun dirinya malah bertemu dengan kakek tirinya, Morgan.

Pria itu berjalan terburu-buru keluar dari area Minimarket dengan menenteng sebuah keresek, sepertinya keresek itu berisi beberapa bahan makanan, namun yang di curigai oleh Ana, kemana Pria itu akan membawa makanan itu? mengapa harus terburu buru? dan yang lebih mengejutkannya lagi, Morgan berjalan kaki menyusuri sebuah gang sepi yang selama ini hanya Ana lihat dari area luar jalan raya.

Tentu dengan rasa penasaran yang tinggi, Ana bertekad untuk mengikuti kemana pria itu pergi, hingga dirinya kini sampai di depan sebuah gedung tua yang bahkan sepertinya sebentar lagi akan roboh karena pondasi nya yang sudah cukup rapuh.

"Ngapain dia disini?".

Ana terus menatap Morgan di depan sana, kecurigaan nya semakin menambah saat Morgan terlihat mengawasi situasi saat ingin memasuki gedung tua tersebut.

Tanpa berpikir panjang, Ana mengikuti Morgan dari arah belakang, dirinya mencoba berjalan sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara sedikitpun.

Ternyata dugaannya salah, saat langkahnya memasuki gedung tersebut, seketika Ana merasa takjub dengan interior design gedung ini, dengan tembok yang di lapisi dengan emas, serta beberapa hiasan rumah yang bisa di bilang cukup mahal, gedung ini jika di lihat dari luar terlihat seperti gedung tua yang sudah tidak di gunakan lagi, namun ternyata di dalamnya sangat lah mewah.

Ana berpikir, apakah Morgan selama ini tinggal disini? rasanya tidak mungkin jika Morgan menempati gedung ini hanya seorang diri.

Ana kira gedung ini memiliki penjaga yang cukup ketat, namun ternyata tidak ada penjaga satu pun yang menjaga gedung ini, apakah Morgan tidak takut jika gedung ini kemasukan maling? lalu semua emas yang ada disini di ambil begitu saja? ah Ana sepertinya terlalu memikirkan hal yang bukan urusannya.

Sekarang hanya satu tujuan Ana, mengikuti kemana langkah berikutnya Morgan akan pergi, kini pria itu masih berada di depannya, namun dengan jarak yang lumayan jauh.

Ana merasa lelah, karena berjalan cukup jauh mengitari area gedung, mengapa tidak ada lift di gedung ini? hanya di lingkari dengan tangga yang begitu tinggi.

Terlihat Morgan memasuki sebuah ruangan dengan pintu berwarna coklat, namun sepertinya kamar itu sudah lama tidak di gunakan, terlihat dari pintu nya yang di baluti dengan debu yang cukup tebal, di tambah kamar tersebut di kunci dengan gembok berukuran besar, serta menggunakan sidik jari pria itu, ada apa sebenarnya di dalam kamar itu?

Lotus {on going}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang