MURNI HASIL KARYA SENDIRI!
jangan promosi cerita lain di lapak ini!
........
Ashana Arawinda Teratai
seorang gadis cantik yang berusaha mengejar cinta nya yang hilang karena suatu kesalah pahaman saat masa kecil nya yang kelam.
Adelion...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••••••••••••••••••••••••••
Disana, Aditama masih menatap Rania dengan tatapan bingungnya, berbeda dengan Rania yang menatap Aditama dengan penuh pertanyaan, siapa wanita yang berada di samping suaminya? bahkan wanita itu memegang tangan Aditama mesra.
Ana menghela nafas pelan saat melihat ayahnya kembali membawa wanita kedalam rumah ini, dirinya sudah muak melihat semuanya.
"Kenapa kaget gitu? aku istri kamu". Ucap Rania dengan tersenyum tipis.
Aditama berjalan mendekat ke arah Rania, lalu memegang pundak sang istri dengan tangan bergetar, apakah semua ini mimpi? namun mengapa terasa sangat nyata?
"Rania? ini beneran kamu sayang?".
Aditama melepaskan genggaman wanita di sampingnya secara kasar, lalu beralih menatap Rania dengan tatapan yang penuh kerinduan.
Berbeda dengan Lion yang masih tak bergeming disana, melihat siapa wanita yang berada di samping Aditama.
Wanita yang sudah lama ini tidak menampakan batang hidungnya di depan dirinya, jadi wanita simpanan Aditama adalah Nadia? kakak kelas nya yang satu tahun lalu di keluarkan dari sekolah karena rela mendorong siswi sekolah nya di karenakan terobsesi dengan dirinya.
Sama hal nya dengan Nadia, namun wanita itu menatap Lion dengan terkekeh sinis.
"Kamu kenal?". Tanya Ana pada Lion saat melihat keduanya saling menatap.
Lion tidak menjawab sama sekali pertanyaan Ana, Lion malah semakin mengeratkan pegangan tangannya bersama Ana.
"Siapa dia mas?". Pertanyaan Rania muncul begitu saja, Aditama yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya.
"Bukan siapa-siapa sayang, aku bisa jelasin".
Rania menghela nafas pelan, "Kamu sudah berapa lama berhubungan dengan suami saya?". Tanya Rania dengan menekan kata 'Suami'.
"Bukan urusan Anda!".
Setelah berkata seperti itu, Nadia pergi dari hadapan semua orang, bejalan ke luar rumah, lalu membalikkan badannya hanya untuk melihat Lion, lalu menyeringai.
"Apa sebenarnya yang ada di pikiran dia?". Batin Lion bertanya.
"Kamu kenapa sih? kamu kenal dia?". Tanya Ana kembali.
"Nanti aku jelasin". Ucap Lion dengan tersenyum tipis.
"Rania aku nggak mimpi kan? ini beneran kamu? k-kamu masih hidup?". Isak tangis Aditama mulai terdengar, lalu pria itu memeluk Rania dengan sangat erat.