Pa's Daughters

50 5 0
                                        

🎀

Sisa sinar matahari senja sore ini masih berani menembus dinding kaca yang mengekspos sebuah ruang kerja luas yang total rapi dan bersih. Tertata. Bukannya kurang, justru lengkap dengan lelaki paruh baya berkacamata, cardigan hitam tebal membalut kaos putih kasual, sementara sweatpants warna senada menggenapi pilihan sandangannya.

Bunyi keyboard yang diajak berpartisipasi dalam aktivitas kali ini, menggema di ruang kosong nan padat kesenyapan. Dia fokus; berambisi. Bahkan sebuah gerakan seorang perempuan kesayangan nan jauh lebih muda pun gagal mendistraksi. Perempuan itu menyender di bingkai pintu, menumpu sebagian beban tubuh sembari mengamati ayahnya yang sesungguhnya sudah awas akan keberadaannya.

Satu lirikan. Cukup untuk menimbulkan dengusan geli, senyum menyusul segera setelahnya. Entah bagian mana yang menciptakan kerucut di bibir perempuan di seberang -Sooyoung namanya. Park Sooyoung- antara diacuhkan secara tidak sengaja atau tidak disambut sama sekali dengan intensi terbaca.

"Wae, honey? Bertengkar lagi dengan Joohyun?" Oh, lelaki itu sudah paham. Pasalnya ini bukan pertama kalinya Sooyoung mendatangi ruang kerja dengan ekspresi masam.

Bahkan aura suasana hati terusik milik Sooyoung berhasil membuat udara ruangan menjadi lebih dingin. Kemudian tangan tersilang dari pihak sang putri, merajuk tentunya. Diam-diam menunggu ayahnya untuk mencampuri lebih jauh atau sekedar mendorongnya agar bercerita.

Seorang single father dengan cinta tak terbatas bagi putrinya. Tentu saja keinginan tersebut diterima sepenuhnya, tangan tergerak penuh simpati dan hangat hati untuk melepas kacamata baca, meletakannya di sisi alas mouse, kemudian menjatuhkan punggung di sandaran kursi kebesaran sembari meniru gestur Sooyoung: menyilangkan tangan.

"Arasseo. Ayah dengarkan. Ada apa, hmm?"

Tapi Sooyoung tetap diam, mempertimbangkan kembali dalam batin mengenai urgensi menceritakan isu ini kepada ayahnya. Terkadang Sooyoung sendiri mengakui bahwa rajukan rajukannya terhadap Joohyun, kekasih wanitanya sejak 5 tahun lalu, kerap mengangkat topik-topik sederhana yang tak rumit dan sesungguhnya tidak terlalu perlu dipermasalahkan.

Namun Sooyoung adalah anak tunggal. Kesayangan dan satu-satunya. Ia sendiri telah mengenali dan sepenuhnya sadar akan keinginannya sendiri. Ketika Ia datang pada ayahnya, Ia tidak membutuhkan solusi serius. Ia justru terbiasa mencari jalan keluar sendiri saat hambatan yang menghadang sungguh intensif dan dalam. Ia hanya membutuhkan afeksi dan tempat untuk bermanja-manja kala Joohyun menjadi satu pihak yang tidak berpijak diatas satu opini yang sama dengannya.

Dan seringkali, momen-momen tersebut terjadi ketika Joohyun berada di proximity. Terbukti dari bagaimana siluet petite namun beraura mendominasi tiba-tiba ikut menyandarkan sisi bahu yang berlawanan dengan Sooyoung, di sebelah kiri perempuan jangkung tersebut, kedua tangan tersimpan rapi di kantong celana kerja hitamnya; bahu mengedik di detik mata berkontak dengan calon mertua.

"Appa," Panggil Joohyun santai, bersiap untuk membeberkan segala informasi yang dapat memenangkannya seolah lelaki di hadapannya sudah resmi menjadi ayah mertua. Hampir. Sedikit lagi. Sebentar lagi. "Sooyoung berniat diet karbo ketat selama satu bulan penuh. Of course, aku mengingatkannya tentang how it went last month."

Joohyun membalas belalakan mata Sooyoung terhadapnya dengan tatapan memicing kesamping. Di satu sisi, Sooyoung tidak percaya Joohyun baru saja tanpa malu berusaha menyelamatkan diri dengan kata 'mengingatkan' padahal Sooyoung jelas-jelas merasa diomeli.

Tapi di sisi lain, sebuah memori dimana dirinya sempat dilarikan ke rumah sakit dan berakhir mendapatkan injeksi IV yang dikhususkan akibat diet ketogeniknya, seketika terputar bagai video iklan di billboard New York; sangat mencolok dan membuat mulutnya beku, kesulitan meloloskan kata-kata sebagai balasan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 15 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

JoyReneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang