MAD ( 42 )

3.3K 248 73
                                        

Jeno dan Alin saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang seolah memiliki rasa cemburu yang begitu besar dengan Haechan yang terlihat dekat dengan Seorang Pria di sisinya.






“Hyung, ini siapa?” Tanya Pria tersebut yang tak lain bernama Kang Yeon menunjuk sebuah lukisan, yang dimana lukisan tersebut menunjukan seorang Pria tinggi berdiri di tepi sungai sembari memandang sunset.








Haechan terkekeh mengusap lembut kepala Yeon.

“Itu lukisan lama, aku juga lupa dulu inspirasiku apa saat membuat lukisan itu” Jawab Haechan terkekeh.










Yeon berjalan kembali menyusuri studio khusus milik Haechan yang menyimpan semua karyanya yang belum banyak orang yang tahu.










Langkah Yeon terhenti saat Yeon mendongak menatap sebuah patung tubuh Pria dengan ukiran tato di lengannya.
Yeon mengitari Patung tersebut dan menatap lekat detail Tatto yang ada di patung tersebut.










Netra Yeon beralih menatap sebuah papan nama di depan Patung tersebut.











“Inti Hati” Tulis papan tersebut.











“Hyung?” Yeon menoleh menatap kebingungan Haechan.











Haechan hanya menaikan kedua bahunya dan terkekeh.








Yeon terlihat tidak enak hati dan beralih perlahan menuju karta Haechan selanjutnya.





Langkahnya kembali terhenti mendongak menatap lukisan 2 anak Perempuan dan lelaki serta Seorang Pria yang bergandengan dengan kedua anak tersebut.






Yeon menatap sendu lukisan tersebut seakan tersirat sesuatu di dalam lukisan tersebut.
Saat Yeon menatap lekat detail lukisan tersebut, lagi - lagi ia melihat sesuatu yang memudar yang memang di buat seolah seperti asap.



Disana terlukis dengan jelas, ada Ular emas yang mengekor di belakang Pria tersebut.
Dan juga ada wajah harimau serta singa di sekumpulan asap di lukisan tersebut.










Netra Yeon beralih ke lukisan di sebelah lukisan tersebut.





Lagi - lagi Yeon di buat kagum dan terkejut saat melihat Pria yang di duga seorang Dominan tengah mencumbu mesra seorang Submissive di bawah Pria itu.

Namun anehnya, Yeon melihat Pria Submissive itu seperti Haechan.









“Kamu nikmati dulu melihatnya aku akan berbicara dengan saudaraku” Haechan mengecup kepala belakan Yeon dan berlalu menuju Jeno dan Alin.









Disisi Haechan,






Haechan menyodorkan sebungkus Rokok kepada Jeno dan Alin.
Mereka pun terlihat menolak dan menggelengkan kepala saat Haechan menawarkan rokoknya kepada mereka.





“Kau tahu, aku rindu kampus kita”
“Sudah lama sepertinya sejak kita lulus” Haechan terkekeh sembari menyesap rokoknya.






Jeno dan Alin terkejut mendengar ucapan Haechan yang mengatakan soal kampus mereka itu.





“Aku rindu kelas S ku, huh bagimana ya kabar teman - teman” Ucap Haechan.







MAD ( MarkHyuck )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang