MAD ( 49 )

4.1K 305 65
                                        

FLASHBACK ON.





Mark terbelalak menatap Sangcheol yang berada di rumah sakit yang sama denganya.




"Apa yang terjadi denganmu, jarang sekali aku melihatmu terluka" Mark terkekeh sembari membawa tiang infus miliknya.






Sangcheol menatap malas Mark, dan membuka perban di tangannya.






Mark mengerutkan dahi menatap bekas cakaran dan gigitan kecil namun terlihat dalam itu.





"Kau tahu siapa yang menyebabkan ini, dan kau tahu kenapa hidungku patah?" Sangcheol menghela nafas berat berulang kali.






Mark menatap kebingungan Sangcheol yang bertanya seperti itu kepadanya.







"Putramu dan Kekasihmu, ini lihat gigitan Putramu dan cakarannya begitu menyakitkan"
"Dan ini karena Haechan memukulku" Jelas Sangcheol dengan kesal.






Mark terbelalak terkejut mendengar ucapan Sangcheol yang menyebutkan tentang Haechan dan Chenle.






"Kau" Mark mencekram kuat lengan Sangcheol.





"Arghhh yaaaa, kalian benar - benar ingin membunuhku?" Sangcheol menepis tangan Mark yang begitu mencekram lengannya.





Mark bernafas berat dengan netra bergetar menatap Sangcheol dan mencoba mengendalikan emosinya saat ini.







"Dengarkan aku, lalu bertindak sesukamu"
"Dan tolong lebih baiklah kepadaku lain kali" Sangcheol mendudukan diri di kursi sembari membalut lukanya lagi.





Mark dengan bersabar menunggu penjelasan Sangcheol sembari mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.






"Haechan sejak kemarin tinggal di kediaman orang tuamu dan membawa adikmu Jeno kembali kekeluargamu"
"Aku memata - matainya belakangan ini, dan semalam aku menemui Haechan" Jelas Sangcheol mendongak menatap Mark yang berdiri di depannya.




"Kau yakin?" Tanya Mark memastikan dengan tertunduk murung.







"Kau buta, ini buktinya anakmu begitu agresif sama seperti kau, dan Haechan kesal denganku dan memukulku"
"Sial sampai sekarang wajahku seakan mati rasa" Gerutu Sangcheol mengusap pipinya menghela nafas berat.






Mark berbalik dan bergegas kembali kekamarnya.





"Ucapkan terimakasih brengsek, aku bisa membantumu suatu saat" Ucap Sangcheol bangkit menatap kepergian Mark.





"Terimakasih" Ucap Mark dengan datar sembari berlalu menjauh dari Sangcheol.






*****

Kediaman Jung.





Mark berjalan mendekati kediamannya lalu menghentikan langkahnya saat melihat Haechan memasuki sebuah mobil yang berhenti di depan kediaman orang tuanya tersebut.





"Kemana lagi dia" Gumam Mark dan ia segera bersembunyi di belakang sebuah mobil.





Mobil tersebut berjalan melewati Mark dengan Haechan terlihat duduk bersantai di kursi penumpang dan seorang Pria yang terlihat mengemudi.







"Siapa yang bersama Haechan?" Mark menatap tajam mobil yang mulai menjauh tersebut.




*****




MAD ( MarkHyuck )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang