MAD ( 35 )

3.8K 288 24
                                        

"Saem" Panggil seorang Pemuda berlari menghampiri Haechan di ikuti para pemuda lainnya yang juga berlari menghampiri seorang guru Alpha.




Guru Alpha itu terpanggil dan berbalik untuk melihat para muridnya tersebut.




"Saem, saya mau konsultasi tentang soal ujian percobaan yang Saem buat, bolehkah?" Tanya salah satu pemuda menatap antusian Gurunya itu.




"Boleh, nanti keruangan saya ya" Guru itu tersenyum dan menganggukan kepala.



"Terimakasih Saem" Jawab para pemuda di hadapan guru itu dengan serentak.




Kemudian para pemuda itu membungkuk hormat kepada guru itu dan berlalu pergi.




Guru tersebut kembali berjalan menuju ruangannya sembari berkutat dengan ponselnya.




Terlihat jelas ponsel milik Guru itu menampilkan sebuah latar belakang sebuah foto Bayi yang tak lain adalah Chenle





"Jung Seongsaenim?" Panggil Seorang guru lain menghampiri guru itu.





Langkah guru tersebut terhenti melihat seorang guru menghampirinya.




"Ya, Kim Seongsaenim?" Sahut Guru tersebut kepada guru bermarga kim itu.





"Itu, bisakah anda membantu saya, leptop saya tiba - tiba tidak bisa di gunakan" Ucap Guru bermarga kim itu menunjukan leptopnya yang terlihat menampilkan tulisan Error.






"Ah itu" Guru tersebut menganggukan kepala dan meraih leptop tersebut lalu berkutat dengan leptop tersebut.





Tak butuh waktu lama Guru tersebut memberikan Leptop itu kepada Guru bermarga Kim itu.





"Wahh, anda hebat memperbaikinya dengan cepat, terimakasih Jung Seongsaenim" Ucap Guru bermarga kim tersebut membungkuk sekilas dan berlalu pergi dengan sedikit terburu - buru.







Guru bermarga Jung itu berlalu masuk kedalam ruangannya, dimana Ruangannya hanya berisi 3 meja, dan Meja Guru tersebut terletak di ujung ruangan itu dengan nama Papan bertuliskan Jung Haechan.






Benar itu adalah Haechan, yang kini memakai Marga Jung dari Mark sang  Enigmanya.







Haechan mendudukan diri di kursinya dan meletakan ponsel di atas mejanya.
Ia menyandarkan tubuhnya dengan malas di kursinya tersebut.







Tangan Haechan merogoh sakunya dan memasangkan Airpods di telinganya.






"Alin" Panggil Haechan dengan memejamkan netranya memanggil Guanlin yang berada di ujung panggilan di airpods itu.






'Hyungnim' Panggil Alin di ujung panggilan tersebut.






"Bagaimana keadaan Chenle apakah dia bersenang - senang dengan Halmeoni dan Harabojienya, aku dengan kau mempekerjakan dia sebagia bagian kita?" Tanya Haechan menatap langit ruangannya.






'Chenle makan dengan baik, tapi saat malam dia selalu berteriak dan menangis setiap sore hingga malam'
'Itu karena dia menginginkan pelukan anda'
'Walau terdengar aneh karena sejak dia berumur 3 bulan lebih, dia tidak lagi merasakan asi dari anda dan juga pelukan anda tapi setiap malam dia berteriak mencari anda'
'Itulah informasi yang saya dapat dari baby sister kediaman Jung, Hyungnim' Jelas Guanlin dengan nada terdengar sendu itu.







MAD ( MarkHyuck )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang