MAD ( 61 )

3.2K 232 24
                                        

DINI HARI.




Haechan mendengus berat setelah menyelesaikan Meetingnya secara online beberapa jam yang lalu.




"Hyungnim, ada berita penting" Alin tiba - tiba mendekat dan berbisik di samping Haechan.




"Hmm ada apa?" Tanya Haechan menatap depannya.



"Direktur Perusahaan yang berinvestasi dengan perusahaan kita, tiba - tiba di temukan tewas di kediamannya"


"Polisi menyita barang - barang yang hampir 70 persen barang dari perusahaan kita"


"Jika Polisi memeriksa barang dari kita, perusahaan kita bisa jadi tersangka utama dalam kematian Direktur tersebut" Bisik Alin.




"Lalu?" Tanya Haechan melirik Alin.





"Kami berusaha mencari jalan untuk mengambil diam - diam barang tersebut, tapi sekarang yang lebih penting adalah"


"Besok anda harus ikut Meeting lagi bersama Jeno di Busan untuk memutuskan kerja sama dengan perusahaan itu"


"3 Mobil akan menjemput Jeno besok dan anda harus berangkat lebih dulu" Jelas Alin kepada Haechan.





Haechan menghela nafas berat dan menganggukan kepala.



Netra Haechan melirik mejanya yang dimana ia tidak mendapati ponselnya di atas mejanya saat ini.



"Ponselku?" Tanya Haechan mencari ponselnya.



"Jika anda menghubungi Tuan Mark sekarang, dia pasti akan menolak anda untuk pergi"


"Jadi sementara anda harus fokus pada perusahaan anda dulu, ini tidak bisa anda serahkan begitu saja kepada Jeno"


"Perusahaan ini sudah jatuh kepada kita berkat banyak pendukung anda dalam perusahaan, jangan kecewakan mereka" Jelas Alin sembari menunjukan ponsel kepada Haechan.




"Aku akan menikah Alin, setidaknya aku harus meminta izin terlebih dahulu" Tegas Haechan bangkit dari duduknya.

MAD ( MarkHyuck )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang