"Aku ingin kau menjadi pengawal pribadi untuk Haechan, sejujurnya aku tidak ingin kau ikut campur dalam urusan keluargaku, tapi karena ini permintaan Haechan aku tidak bisa menentangnya" Jelas Mark melipat kedua tanganya di dada menatap keramaian kota dari balkon cafe yang berada di sebrang Rumah sakit.
Alin yang semula takut dengan Mark, mau tak mau menuruti ucapan Mark untuk memintanya bertemu di cafe yang berada di dekat rumah sakit tempat Haechan di rawat.
"Pekerjaan ku semakin hari semakin padat dan susah sekali untuk mengundurnya termasuk jabatanku yang begitu penting membuatku juga tidak bisa banyak menjaga Haechan"
"Jadi tolong jaga Haechan untukku, dia sangat berharga bagiku termasuk calon anak kami" Mark menoleh menatap Alin di sampingnya.
Alin sedikit terkejut saat Mark menatapnya dengan tatapan yang sendu seakan memohon kepadanya.
"Aku akan membayarmu dan memberikan fasilitas mobil kepadamu untuk mengantar dan menjemput Haechan"
"Walau Haechan memiliki mobil yang bagus tapi aku sangat khawatir jika dia harus naik mobil sport itu" Mark menghela nafas berat dan kembali menatap keramaian kota.
"Jika itu permintaan Haechan saya akan mengambil tawaran itu, karena Haechan juga sudah menjadi teman sekaligus sahabat saya" Jawab Alin tersenyum tipis menatap Mark.
Mark berbalik menatap Alin dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Alin menjabat tangan Mark dengan sedikit menunduk hormat kepada Mark.
Mark tersenyum tipis melihat kesopanan Alin yang jarang sekali ia lihat di anak muda jaman sekarang.
******
Mark memasuki kamar inap Haechan bersama Alin yang mengekor di belakangnya.
"Sayang, kemana saja aku mau-" Haechan seketika terdiam saat melihat Alin datang bersama Mark.
"Sayang, aku pagi ini ada urusan mendesak" Mark mendekati Haechan yang masih di atas ranjang dan memeluk Haechan dengan mengecup kening Haechan.
Haechan mendongak menatap sendu Mark.
"Maafkan aku, ada pekerjaan yang begitu mendesak dan ada rapat penting pagi ini, jadi aku tidak bisa absen, maaf ya" Mark mengecup gemas bibir dan kedua pipi Haechan bergantian.
"Temanmu mulai hari ini menjagamu, dan nanti siang Mommy dan Mae akan datang menjenguk, mereka sudah ku beri tahu jadi kamu tunggu saja oke" Jelas Mark mengusap lembut tengkuk dan kepala belakang Haechan.
Haechan hanya menganggukan kepala menjawab Mark.
"Aku janji, aku tidak akan pulang larut, dan nanti malam aku akan membawakan makanan yang enak" Mark tersenyum gemas menatap wajah Haechan yang menatapnya dengan sendu.
Haechan kembali menganggukan kepala dan menenggelamkan wajah di dada Mark.
Mark kembali mengecup pucuk kepala Haechan sembari mengusap lembut punggung Haechan.
Alin tertegun melihat sisi Haechan yang tidak pernah ia lihat sebelum dan cara Mark yang mengatakan dengan lembut kepada Haechan.
Haechan meraih lembut kedua pipi Mark dan mencium bibir Mark dengan lembut dengan melumat bibir atas Mark.
Alin yang melihat itu segera memalingkan pandangannya untuk tidak melihat Mark dan Haechan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAD ( MarkHyuck )
Fanfiction(🚫🚫❌❌ DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENIRU, TERINSPIRASI❌❌🚫🚫) Pengejaran seorang pembunuh berantai dan penyelundupan narkoba berujung panjang. Seorang Kapten militer harus turun tangan dan ikut bertugas dalam Tim khusus Militer yang menangani kejaha...
