“Arrnghhhh ahhhhh” Desah Haechan dengan kedua tangan terikat saat Mark mengeluarkan stainless dari saluran penisnya.
Tubuh Haechan bergetar saat merasakan spermanya menyembur bak air mancur dan membanjiri ranjangnya.
Tatapannya yang terlihat sayu menatap langit - langit kamar seakan tenaganya benar - benar terkuras habis.
Haechan tiba - tiba tertawa dengan bibir yang menyeringai dan netranya perlahan menatap tajam langit kamar saat ia semakin tidak bisa menahan gejolak emosi di hatinya saat ini.
Sungguh, siapapun yang melihat Haechan saat ini, pasti akan mengatakan bahwa Haechan sudah kerasukan dan semakin gila.
Mark membaringkan diri di samping Haechan dan menjilat pipi Haechan dengan 1 tangan perlahan melepas vibrator di penis Haechan.
Haechan mencekram tangan Mark dan menggelengkan kepala dengan tatapan memohonnya seolah meminta untuk segera mengakhiri apa yang di lakukan Mark selanjutnya.
“Aku hanya akan mengeluarkan semuanya dan melepas ini” Mark terkekeh membuang vibrator di tangannya kesegala arah dan mengeluarkan semua vibrator dari lubang Haechan.
Mark menaikan sebelah alisnya saat banyak cairan juga keluar dari lubang Haechan.
“Lubang yang nakal” Mark terkekeh memukul gemas lubang prostat Haechan bersamaan.
“Eurghhhhh” Haechan tersentak dan menggeliat saat Mark memukul lubang dan prostatnya.
Mark bangkit dari ranjang dan melepas semua belenggu di tubuh Haechan.
“Kamu lapar kan?”
“Aku sudah masak, ayo makan dulu” Ajak Mark meraih pakaiannya dan mulai membantu Haechan memakai pakaian tersebut.
Haechan yang terlihat lemas hanya diam mengikuti apa yang Mark lakukan sekarang kepadany.
Kemudian Mark membersihkan wajah Haechan dan menyisir surai lepek Haechan.
Tak butuh waktu lama, Mark menggendong Haechan ala bridal style keluar menuju ruang Makan.
Sesampainya di ruang Makan Mark mandudukan diri dengan Haechan yang duduk di pangkuannya dan Haechan terlihat menyandarkan kepala di bahu Mark sembari melirik semua menu makanan di meja makan depannya.
“Aku ingat pertama kali kau memasakanku, ini adalah semua menu yang ku rindukan”
“Yang membuatku semakin jatuh cinta kepadamu, saat kamu memasak makanan yang terlihat sederhana tapi membuatku seperti menemukan rumah yang tepat” Mark tersenyum menatap sendu semua makanan di depannya.
Haechan beralih melirik Mark dengan tatapan sendunya dan perlahan mengusap lembut pipi Mark.
“Siapa yang tidak marah dan siapa yang tidak merasa gila jika rumahnya tidak ada, dan ketika seseorang yang sudah di anggap rumah pergi begitu saja” Air mata Mark mengalir turun dari pipi dan air mata tersebut jatuh tepat di tangan Haechan.
Haechan menurunkan tanganya dan memejamkan netranya saat ia mengingat semua apa yang sudah ia lakukan kepada Mark selama ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAD ( MarkHyuck )
Fanfiction(🚫🚫❌❌ DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENIRU, TERINSPIRASI❌❌🚫🚫) Pengejaran seorang pembunuh berantai dan penyelundupan narkoba berujung panjang. Seorang Kapten militer harus turun tangan dan ikut bertugas dalam Tim khusus Militer yang menangani kejaha...
