"Apakah kau tidak rindu Mark nak?" Tanya Jaehyun sembari menatap Taeyong dan Jeno tengah berbincang serta terlihat tertawa Taeyong jarang sekali ia lihat.
Haechan pun hanya terdiam menatap Jeno dan Taeyong yang sedang asik duduk di halaman belakang.
"Mark semenjak tidak bersamamu dan tidak adanya dirimu, hidupnya kurang terarah, dia jarang sekali minum tapi selama setahun belakangan ini dia lebih menghabiskan malamnya dengan minum - minum"
"Jarang merawat diri" Jelas Jaehyun menoleh menatap Haechan.
Haechan mengepalkan tangan dengan kuat mendengar Jaehyun yang mengatakan itu kepadanya.
"Coba lebih terbuka kepada Mark, terlepas dari Profesi Mark terlepas dari apapun"
"Dia pasti akan mengerti"
"Jangan merasa jatuh karena ada banyak orang yang tanpa kamu sadari selalu menunggumu pulang dan merindukanmu setiap hari" Jaehyun mengusap lembut punggung Haechan.
"Bagaimana jika suatu saat dia kecewa dengan saya Daddy, terlebih saya seorang buronan, bagaimana jika suatu saat menghancurkan karir Mark"
"Apa kata teman - teman Mark nanti tentang saya, lalu bagaimana nantinya merusak reputasi anda?" Haechan tertunduk terisak dengan menutup wajahnya.
Jaehyun menuntun Haechan untuk masuk kedalam dan membawa Haechan menuju ruang kerjanya.
Sesampai disana, Haechan mendudukan diri di sofa dan Jaehyun pun juga mendudukan diri di sofa depan Haechan.
"Soal reputasiku, soal Mark. Jangan kamu pikirkan lagi, kami bisa mengolahnya percayalah Haechan"
"Mark pasti tahu caranya"
"Sejujurnya dia akan naik pangkat, tapi entah kenapa dia memilih untuk tetap" Jelas Jaehyun tersenyum menatap Haechan.
Haechan mengusap lengannya dengan kepala tertunduk, serta sesekali tangannya terus mencakar lengannya.
"Jangan takut lagi Haechan, kita semua tahu dan kita akan bantu kamu melepaskan diri dari Wonwoo dan Mingyu itu" Jaehyun meyakinkan Haechan.
"Terimakasih Daddy" Haechan menganggukan kepala tersenyum tipis menatap Jaehyun dengan tatapan sendu nya.
******
Malam harinya.
Haechan berjalan keluar rumah dengan menggendong Chenle di dalam gendongannya.
"Mommm, cuuuuu" Chenle menunjuk dada Haechan.
"Minum susu formula saja ya, sekarang kita beli snack dulu" Haechan terkekeh sembari berjalan menuju sebuah Market yang memang letaknya tidak jauh dari kediaman Jung.
Sesampainya disana, Haechan menurunkan Chenle dan membiarkan Chenle berkeliling dengan kaki kecilnya menyusuri setiap rak dalam Market tersebut.
Haechan mulai mendorong troli dan mengikuti Chenle.
Chenle berlari kecil dengan kaki kecilnya.
"Taaaaaa" Chenle menujuk sebuah snack yang memang adalah Snack kesukaannya.
Haechan mulai mendekati Chenle dan mengangkat tubuh Chenle untuk meraih snack tersebut dan menuntun Chenle untuk meletakan Snack tersebut kedalam rak.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAD ( MarkHyuck )
Fanfiction(🚫🚫❌❌ DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENIRU, TERINSPIRASI❌❌🚫🚫) Pengejaran seorang pembunuh berantai dan penyelundupan narkoba berujung panjang. Seorang Kapten militer harus turun tangan dan ikut bertugas dalam Tim khusus Militer yang menangani kejaha...
