MAD ( 45 )

3.6K 287 44
                                        

Yeon menatap tajam keluar jendela dimana ia merasa kesal Haechan yang tiba - tiba saja menghilang dan mengabaikannya begitu saja.






"Bukankah kau seharusnya bergerak mencarinya, yang pintar lah"
"Kau kan calon Omeganya, bagaimana bisa kau diam saja disini sedangkan dia di luar sana berkeliaran" Wonwoo berdiri di ambang pintu kamar Haechan menatap Yeon yang tengah berdiri di depan jendela kamar.






Yeon terkejut dan berbalik lalu segera membungkuk hormat saat melihat Wonwoo disana.



Ia pun berkeringat dingin saat membungkuk hormat kepada Wonwoo.







"Kau bisa tanya Jaemin itu kemana Haechan berada, dia ada di kamarnya" Wonwoo berbalik meninggalkan Yeon.







Yeon terduduk lemas dengan mengepalkan kedua tangannya.





"Ya, benar Haechan Hyung milikku, walau aku di bayar dalam hal ini tapi satu - satunya Alpha yang benar - benar menyayangiku dan selalu memperlakukanku dengan lembut hanya Haechan Hyung seorang" Batin Yeon membulatkan tekadnya.








Yeon segera bangkit dan bergegas menuju kamar Jaemin.





Sesampainya di depan kamar Jaemin, tanpa mengetuk pintu Yeon membuka pintu kamar Jaemin tersebut.





Jaemin yang sedang bermain dengan Jisung seketika terkejut melihat Yeon tiba - tiba masuk kedalam kamarnya.




"Kau tahu dimana Haechan Hyung kan, katakan dia dimana?" Yeon menatap tajam Jaemin dan dengan cepat menarik surai Jaemin.




Jisung yang melihat Jaemin di sakiti itu segera bangkit dan menggigit kuat tangan Yeon.





"Aaakhhhhhh, anak kurang ajar, brengsek" Yeon mendorong Jisung hingga tersungkur di bawahnya.




"Jisung - ah" Jaemin segera memeluk Jisung.




Jisung bangkit dengan wajah kesalnya.




"Jahat jahat jahat" Teriak Jisung dengan keras menatap Yeon.





Jaemin segera memeluk erat Jisung dan melirik tajam Yeon.





"Hentikan Yeon" Jaemin bangkit dengan menggendong Jisung.






Yeon mengerutkan dahi mendengar Jaemin seakan mulai meninggikan suarannya.





"Kau hanya terobsesi dengan Haechan, Haechan juga sudah tahu kau seperti itu"
"Jangan sampai Haechan yang turun tangan membunuhmu" Tegas Jaemin menatap tajam Yeon.





"Brani - braninya kau -" Yeon terdiam.






Suara dering ponsel Jaemin terdengar keras dari arah ranjang Jaemin, dengan cepat Yeon mencari ponsel Jaemin agar ia bisa menghubungi Haechan dari ponsel Jaemin tersebut.





Tepat saat Yeon menemukan ponsel tersebut, benar saja panggilan tersebut dari Haechan.





"Apa yang kau lakukan?" Jaemin merampas ponselnya yang sedang di bawa oleh Yeon.




Namun Yeon dengan cepat merebut ponsel Jaemin dan menerima panggilan tersebut.









"Hyung?" Panggil Yeon dengan tersenyum senang.



'Apa yang kau lakukan dengan ponsel Nana?' Haechan terdengar meninggikan suaranya.




"Aku merindukanmu Hyung, ayo bertemu, kenapa tiba - tiba kau menghilang begitu saja"



MAD ( MarkHyuck )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang