Haechan menatap sendu Chenle yang terus menangis dan merentangkan tangan kepadanya.
"Sayang" Panggil Haechan dengan suara bergetar dan mulai menggendong Chenle.
"Maafkan saya Tuan, saya kekamar mandi saat meninggalkan Chenle bermain dengan bonekanya, dan untungnya saya sempat menangkapnya" Lirih seorang Baby Sister yang terbaring di tanjang dengan kaki dan lengan yang patah.
"Saya juga salah tidak menurup rapat pintu kamarnya, membuat Chenle pergi keluar" Baby sister itu terisak menatap Haechan dan Mark bergantian.
"Sudah tidak apa - apa, anda bisa istirahat total, saya yang akan menjaga Chenle dan juga Mommynya" Jawab Mark menatap kondisi Baby sister tersebut.
"Sajangnim Maafkan saya" Lirih Baby sister itu menatap sendu Haechan.
Haechan hanya menganggukan kepala dan mengecup serta memeluk Chenle sedari tadi untuk menenangkan Chenle.
"Ayo kita pergi" Bisik Mark mengecup kepala Chenle dan berganti mengecup kening Haechan.
Mark dan Haechan berlalu keluar dari kamar inap Baby sister tersebut.
Chenle pun mulai sedikit tenang dengan mencekram kuat pakaian Haechan dan menatap lekat Haechan dan berganti menatap Mark di samping Haechan.
"Ada yang sakit nak?' Tanya Mark mengusap pipi Chenle.
Chenle hanya diam mengulurkan tangan ke arah Mark dan Mark meraih lembut tangan Chenle.
"Chenle lapar?" Tanya Mark lagi mengecup tangan Chenle.
Chenle beralih menatap Haechan dengan netra bulatnya menatap Haechan.
"Chenle anak kuat, jangan nangis lagi ya" Haechan tersenyum gemas menatap Chenle dan mengecup gemas pipi berisi Chenle.
"Aaaaa" Chenle terkekeh senang menatap kedua orang tuanya kini berada di hadapannya.
"Daddy gendong ya?" Mark mengelurkan tangan untuk menggendong Chenle.
Chenle berpindah ke dalam gendongan Mark dengan Mark yang menggenggam erat tangan Haechan.
"Hari ini kita akan seharian bermain dengan Chenle, bagaimana?" Mark menatap bergantian Chenle dan Haechan.
Haechan terdiam mendongak menatap sendu Mark.
Chenle pun tertawa dengan bertepuk tangan menatap Mark yang mengatakan hal tersebut.
"Aigoo, anak Daddy senang banget ya" Mark terkekeh dan mengayunkan Chenle ala pesawat terbang di atasnya.
"Jangan, nanti dia muntah" Haechan memukul gemas dada Mark.
Mark terkekeh dan kembali menurunkan Chenle kedalam gendongannya serta melingkarkan tangan di pinggang ramping Haechan.
Haechan menatap sendu dengan senyuman tipisnya menatap betapa bahagianya Mark dan Chenle saat dirinya ada bersama mereka.
******
Alin menatap datar Baby sister yang ia pekerjakan itu dengan melipat kedua tangan didadanya.
"Sungguh saya tidak berbohong, saya melakukan apa yang anda kerjakan, cuma memang waktu itu saya ke kamar mandi, anda bisa lihat cctv yang anda sembunyikan"
KAMU SEDANG MEMBACA
MAD ( MarkHyuck )
Fanfiction(🚫🚫❌❌ DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENIRU, TERINSPIRASI❌❌🚫🚫) Pengejaran seorang pembunuh berantai dan penyelundupan narkoba berujung panjang. Seorang Kapten militer harus turun tangan dan ikut bertugas dalam Tim khusus Militer yang menangani kejaha...
