MAD ( 56 )

3.5K 221 13
                                        

“Apakah Haechan sakit karenaku?” Tanya Ten memeluk Johnny sembari menatap Haechan yang tengah terbaring dengan Doyoung yang tengah memeriksa Haechan.







“Tenang saja Mae, Haechan cuma Demam”

“Mungkin karena Haechan sangat antusias karena sudah kembali kerumah Mae dan Daddy”

“Jadi tidak perlu terlalu khawatir” Jelas Mark yang kini tengah memakai seragam Militernya bersiap untuk berangkat dengan di temani Lucas yang kini berdiri di ambang pintu kamar Haechan.












“Iya Mark terimakasih ya, kamu sangat mengerti Haechan” Ten menganggukan kepala mengusap ekor matanya yang basah.









“Baiklah kalau begitu, Mae Daddy Mark tidak bisa menunda pekerjaan ini, Mark pamit dulu” Mark membungkuk hormat kepada Johnny dan Ten.










“Hati - hati di jalan ya Mark”

“Hati - hati Mark” Ucap Ten dan Johnny bersamaan.








“Baik Mae Daddy” Haechan berbalik mengecup kening Haechan dan memberikan gestur berpamitan kepada Doyoung lalu bergegas keluar dari kamar.









Saat Mark menuruni tangga, Mark menatap sendu Chenle yang kini sedang bersama Hendery.









“Aku berangkat dulu, tolong jaga Chenle untukku” Mark menepuk lengan Hendery dan mengecup bergantian kening dan pipi Chenle.









“Emm Daddy” Chenle menatap sendu Mark sembari melambaikan tangan.








“Daddy pulang malam, sementara bermain dengan Samchon ya”

“Daddy mencintaimu Nak, Jaga Mommy juga ya” Ucap Mark kepada Chenle dan bergegas keluar di ikuti Lucas yang berpamitan kepada Hendery dan berjalan keluar.










*****







Haechan terbangun dari tidur nya dan segera mendudukan diri menatap Doyoung yang sedang berjaga di sampingnya.






“Dimana Mark?” Tanya Haechan datar dengan netra sayunya.







Doyoung memberikan Jaket milik Mark dengan aroma Feromon yang pekat milik Mark.







Haechan membulatkan mata menarik kasar jaket itu dan meringkuk menenggelamkan wajah di jaket tersebut.








“Apa ada yang menganggu pikiranmu?” Tanya Dokter Doyoung kini menggunakan bahasa Informalnya kepada Haechan.








Haechan melirik Doyoung dengan tatapan sayunya.







“Pikiran ku kacau sejak kemarin, aku ingin sekali membunuhnya dan aku juga mendapatkan laporan dia mungkin saja akan menargetkan Chenle”

“Perasaanku semakin tidak karuan dan aku tidak bisa tidur, semua karena dia”

“Aku sakit seperti ini karena dia, aku tidak mau putraku merasakan apa yang aku rasakan saat ini”

“Tapi entah kenapa aku menjadi selemah ini” Curhat Haechan semakin memeluk erat jaket Mark.









“Apakah kau memberi perintah anak buahmu untuk memantau sekitar sini?” Tanya Dokter Doyoung.








MAD ( MarkHyuck )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang