MAD ( 58 )

3K 195 41
                                        

Incheon.







Rumah sakit.







Doyoung memasuki Ruangan dengan papan nama bertuliskan Profesor Byun BaekHyun.







“Profesor?” Panggil Doyoung saat memasuki ruangan tersebut dan membungkuk hormar kepada Seorang Pria berusia 57 an yang sedang duduk di kursi kebesarannya itu.









“Oh Doyoung - ah, lama sekali kamu tidak mengunjungiku” Ucap Seorang Pria bernama Baekhyun itu.







“Saya pernah memberikan laporan lengkap kepada anda tentang Pasien VVIP saya”

“Apakah anda ingat Profesor?” Tanya Doyoung menatap lekat Profesornya itu.









Profesor Baekhyun terlihat berpikir dan perlahan bangkit lalu mendekati lemari Rak arsipnya, Kemudian meraih sebuah Arsip yang berada di rak tersebut.







“Mark Jung dan Seo Haechan?” Tanya Profesor berbalik dengan membaca isi arsip yang ia ambil sebelumnya.







“Benar Profesor, maaf saya memiliki jadwal yang padat sehingga melupakan Laporan saya itu” Doyoung menunduk hormat.







Profesor mendudukan diri sembari membaca arsip Laporan milik Doyoung itu.







“Coba sebutkan gejala Tuan Mark ini lebih dulu?” Tanya Profesor.







“Tuan Mark, sering lepas kendali dan tidak bisa mengontrol emosinya, dan parahnya selama 1 tahun lebih, dia sering mengeluh merasakan sakit di dada dan sekujur tubuhnya”

“Lalu terkadang muncul ruam di tubuh depannya seakan melepuh tapi akan menghilang saat bermandikan air dingin” Jelas Doyoung kepada Profesornya.









“Duduklah” Perintah Profesor.








Doyoung mendudukan diri di hadapan Profesornya sembari melirik Laporan miliknya itu.







“Lihat ini, ini hasil yang sudah aku rangkum” Profesor memberikan beberapa lembar kertas untuk Doyoung.






Doyoung meraih lembaran kertas itu dan mulai membaca isi dalam lembaran kertas tersebut.






Seketika Doyoung sedikit terkejut dan mengerutkan dahi saat ia membaca lembaran kertas tersebut adalah hasil sebenarnya tentang kondisi Mark.







“Profesor, jadi hanya Tuan Mark saja yang Imprint dengan Tuan Haechan sedangkan Tuan Haechan tidak?” Tanya Doyoung menatap tidak percaya Profesornya.







“Sample DNA Tuan Mark menunjukan Gejala Imprint, berbeda dengan DNA Tuan Haechan”

“Saat di dekatkan keduanya hanya DNA Tuan Mark yang bereaksi sedangkan DNA Tuan Haechan menunjukan penolakan” Jelas Profesor berkutat dengan komputernya.







“Tidak Mungkin Profesor, saya sekarang sedang menangani Tuan Haechan dan dia juga mengalami hal yang sama seperti gejala lemas dan hampir sama seperti Tuan Mark ketika berjauhan dari Tuan Haechan” Doyoung masih tidak percaya dengan hasil dari Profesornya.








“Mungkin dia adalah kelinci percobaan” Jawab Profesor dengan santai tanoa menatap Doyoung.






Doyoung terkejut dan terbelalak menatap Profesornya.






MAD ( MarkHyuck )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang