Malam harinya.
Haechan yang tengah tertidur seketika tersentak terkejut dengan mengarahkan sebuah pistol ke arah kirinya.
Seketika Haechan terkejut menatap seorang Pria yang menangis dengan menahan isakan tangisnya menatap Haechan dan Pria tersebut terlihat ketakutan sembari menggendong seorang bayi perempuan di pelukannya.
Haechan mengerutkan dahi dan perlahan menurunkan pistolnya saat ia melihat anak Pria tersebut.
“Apakah kau kekasih Gaunlin?” Tanya Pria itu dengan suara yang terdengar begitu pelan.
Haechan mengerutkan dahi mendengar Pria itu menyebutkan nama Guanlin.
Namun Haechan merasa tidak asing dengan Pria yang kini ada di sampingnya.
“Guanlin, aku butuh Guanlin berikan dia kepadaku” Pria itu terisak dan bersujud di bawah ranjang Haechan.
Haechan mulai mengingat siapa Pria tersebut dan perlahan mulai mendudukan diri lalu mengusap pucuk kepala Pria itu.
“Apa dia anak dari Alin?” Tanya Haechan dengan lembut.
Pria itu mengangguk lesu dan perlahan mendongak menatap sendu Haechan.
“Alin meninggalkanku di saat aku mengandung anaknya, selama ini aku tersiksa dan selalu mengonsumsi obat untuk menenangkan ku di saat mengandung anaknya”
“Aku berusaha terus mengikutinya dan aku baru sadar dia begitu lengket denganmu”
“Aku mohon pertemukan aku dengan Alin, dia terus menjauh dariku dan dia membuangku begitu saja” Pria itu menangis histeris dan mencekram tanhan Haechan.
Haechan tersenyum tipis dan menuntun Pria itu untuk berdiri.
“Aku akan pertemukanmu dengan Alin” Ucap Haechan dengan lembut.
“Benarkah, sungguh?” Pria itu menatap binar Haechan.
“Ya, aku akan membawa Alin kesini untuk menemuimu, tapi dengan 1 syarat?” Haechan menganggukan kepala dan bersmirk melirik Pria tersebut.
Pria itu semakin mendekat dan menatap antusias Haechan.
“Aku akan bertanya dahulu, siapa namamu?” Tanya Haechan melipat kedua tangan di dada.
“Aku Nakamoto Renjun” Jawab Renjun.
Haechan menaikan sebelah alisnya dan tersenyum mendengar nama Pria bernama Renjun itu.
“Apakah Nakamoto Jaemin adalah kerabatmu?” Tanya Haechan menatap penasaran Renjun.
“Jaemin?”
“Bagiaman kau mengenal Jaemin, dia sepupuku, dia sudah lama tiada” Jawab Renjun mengerutkan dahi.
Haechan seketika tertawa mendengar Renjun mengatakan hal tersebut tentang Jaemin yang sudah tiada itu.
“Astaga tubuhku tidak bisa tertawa dengan puas” Haechan terkekeh memijat pinggangnya dengan menghapus air mata yang sedikit keluar dari ujung netranya.
Renjun menatap kebingungan Haechan yang seakan mentertawakan ucapannya tersebut.
“Kenapa kau tertawa, apakah ada yang lucu?” Tanya Renjun menepuk lembut punggung bayi di dalamnya untuk menenangkan bayi tersebut agar tidak menangis mendengar Haechan tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAD ( MarkHyuck )
Fanfiction(🚫🚫❌❌ DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENIRU, TERINSPIRASI❌❌🚫🚫) Pengejaran seorang pembunuh berantai dan penyelundupan narkoba berujung panjang. Seorang Kapten militer harus turun tangan dan ikut bertugas dalam Tim khusus Militer yang menangani kejaha...
