Haechan menatap Mark yang tengah menyuapi Chenle dengan makanan kesukaan Chenle.
“Jika di ingat ingat”
“Anda terakhir makan 2 hari lalu Hyungnim, tolong anda harus makan hari ini”
“Saya tidak mau lagi berbohong jika anda belum makan dan saya tidak mau lagi memakan makanan anda untuk berbohon” Bisik Alin.
Mark melirik Alin yang terlihat berbisik kepada Haechan.
Haechan pun menyadari Mark terus memperhatikan dirinya dan Alin.
Alin menatap sorot mata Haechan dan perlahan melirik Mark yang ternyata sedang memperhatikannya.
“Maaf Hyungnim” Alin membungkuk hormat dan berjalan mendekati Mark.
Haechan sedikit terkejut mengerutkan dahi saat Alin berjalan mendekati Mark.
Alin mulai mendekat mencondongkan wajah ke telinga Mark, dan terlihat membisikan sesuatu kepada Mark.
Mark menghela nafas berat memberikan kotak makan Chenle kepada Alin untuk melanjutkan menyuapi Chenle.
Kemudian Mark bangkit dan berjalan mendekati Haechan.
Mark mengecup bibir Haechan sembari mengusap lembut pipi Haechan.
“Makan ya, aku belikan apapun” Ucap Mark menatap sendu Haechan.
“Kamu, aku mau kamu lalu setelah itu aku akan Makan” Bisik Haechan.
Mark sedikit terkejut menoleh menatap Alin dan Chenle yang berada di dalam 1 ruangan dengan mereka.
“Oke, janji ya setelah itu makan?” Mark menyisir surai belakang Haechan.
Haechan mengangguk paham.
Mark berbalik mendekati Alin dan kembali berbisik kepada Alin.
Lalu Alin mengangguk paham dan meletakan kotak makan Chenle.
“Chenle - ah, ayo kita belikan Makan untuk Mommy”
“Kebetulan Mommy mau makan banyak, ayo Chenle pilihkan untuk Mommy” Alin menggendong Chenle.
Chenle menoleh menatap Haechan seakan meminta jawaban Haechan.
“Iya sayang ikut saja tidak apa, Mommy mau makan pilihan Chenle” Ucap Haechan kepada Chenle.
“Eung” Chenle mengangguk paham.
Alin membawa Haechan keluar kamar dan Mark segera mengunci pintu kamar tersebut.
Haechan merentangkan tangan kepada Mark, Mark berjalan mendekati Haechan sembari melepas pakaian atasnya.
Mark mulai mencium Haechan dan perlahan mengungkung Haechan.
Lalu satu tangannya juga mulai menurunkan celana Haechan.
“Eung, tidak aku tidak mau cepat - cepat di masukan, pelan - pelan saja kenapa buru - buru” Rengek Haechan menggelengkan kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
MAD ( MarkHyuck )
Fanfiction(🚫🚫❌❌ DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENIRU, TERINSPIRASI❌❌🚫🚫) Pengejaran seorang pembunuh berantai dan penyelundupan narkoba berujung panjang. Seorang Kapten militer harus turun tangan dan ikut bertugas dalam Tim khusus Militer yang menangani kejaha...
